4 Tips Mengelola Rutinitas Pagi: Menanamkan Rasa Tanggung Jawab

Tips dan Trik298 Dilihat

Mudabicara.com_ Tips mengelola rutinitas pagi kali ini mengambarkan tentang bagaimana seseorang harus melakukan aktivitas secara rutin setiap paginya.

Hal tersebut berawal dari sebuah percakapan singkat, seorang Ibu dari salah satu wali murid di sekolah yang saya saya ampu.

Ia bercerita tentang kesulitan menyiapkan persiapan belajar serta membuat anaknya siap untuk melakukan pembelajaran dari rumah bersama guru via daring.

Memang selama masa pandemi lalu,  pola kegiatan di rumah mengalami banyak perubahan. Karena jam belajar yang lebih sedikit dan jadwal pelajaran serta penugasan yang sangat fleksibel.

Baca Juga : Mengenal ‘Brain Break’ Untuk Mengoptimalkan Belajar Siswa di Kelas

Kini setelah lewat masa pandemi, fleksibilitas belajar menyurut dan sekolah kembali melakukan kegiatan dengan cara seperti sebelum pandemi.

Pola Perubahan Rutinitas Pagi Pasca Pandemi

Mengelola Rutinitas Pagi

Berbagai faktor yang mengakibatkan pola belajar di rumah belum terlaksana dengan baik adalah rutinitas pagi dan pola kegiatan yang berubah di rumah.

Karena pandemi banyak orang tua bekerja di rumah sehingga aktivitas pagi pun ikut berubah meskipun anak-anak juga melakukan proses belajar di rumah.

Perubahan rutinitas pagi tersebut tentu hal yang tidak bisa dianggap enteng apabila dikaitkan dengan motivasi belajar anak yang banyak mengalami penurunan.

Menurut beberapa tokoh pendidikan, psikologi anak dan rasa jenuh yang bercampur aduk membuat kebiasaan yang sudah ia jalani mengalami pergeseran dan aktivitas kegiatan menjadi tidak teratur.

Baca Juga : 5 Cara Melatih Kesadaran Digital Pada Anak

Pasca pandemi, rutinitas pagi semacam ‘starting point’ orang tua dan anak memulai segala aktifitas dan mempengaruhi pola komunikasi di antara keluarga.

6 Alasan Rutinitas Pagi Tidak Berjalan Dengan Baik Pasca Pandemi

1. Orang tua mulai kerepotan dan butuh banyak waktu membangunkan anak dari tidurnya setiap hari.

2. Apa yang sudah orang tua siapkan seperti sarapan, susu, dan perlengkapan belajar, tidak disentuh oleh anak, kecuali setelah ia dengan (gerutuan, gumaman kesal, bahkan tangisan) keluar dari kamar untuk membersihkan muka, lalu siap di depan meja makan.

3. Orang tua akhirnya terlambat bekerja beberapa hari dalam seminggu karena anak “sengaja-kebetulan” belum juga mau bangun dari tidur akibat mengantuk karena malamnya agak larut tidurnya.

4. Orang tua harus bersitegang dengan anak tentang di mana buku catatannya yang harus diserahkan atau diperiksa guru hari itu.

5. Orang tua mendapati diri tidak menyiapkan pekerjaan rumah seperti biasanya. Hal tersebut karena sebelumnya orang tua sudah selesai membersihkan peralatan dapur jam 5 pagi, namun kini justru baru memulainya. Sebab  di saat pandemi anak tidak perlu siap dengan seragam sekolah dan berdiri menunggu jemputan jam 6 pagi.

Baca Juga : 5 Manfaat Konferensi Siswa dan Cara Membangun Kepemimpinan Siswa

6. Orang tua merasa tidak perlu mandi pagi, karena hari itu tidak ada acara berangkat ke kantor, tidak ada acara mengantar anak ke sekolah, atau tidak perlu menghidangkan sarapan pagi sebelum jam 6.

4 Tips Mengelola Rutinitas Pagi

Perubahan rutinitas pagi di masa pandemi perlu dipandang hal baru dalam pola kegiatan kita sehari-hari. Seakan istilah “new normal” bukan hanya berkaitan dengan kebiasaan menjalankan protokol kesehatan dan tata cara kita bekerja di kantor atau tata cara belajar lewat pembelajaran jarak jauh, namun juga termasuk kepada kebiasaan baru di pagi hari di rumah kita bersama anak-anak.

Berikut beberapa 4 tips menjaga rutinitas pagi di masa pandemi dan mungkin bisa berjalan pasca pandemi, sebagai pola baru di rumah:

1. Diskusikan Rutinitas Pagi

Meskipun Anda adalah orang yang suka bangun pagi, ini masih bukan waktu terbaik untuk mendiskusikan apa yang tidak berhasil.

Luangkan waktu untuk mendiskusikan aturan dan ekspektasi Anda, dengan jelas menjelaskan kepada anak Anda apa yang tidak berhasil, dan apa yang perlu diubah.

Ketika pagi hari Anda merasa stres karena penolakan, rujuk anak Anda kembali ke percakapan yang telah Anda lakukan, daripada berdebat sengit.

Dalam Program Transformasi Total, James Lehman menyarankan untuk mengarahkan ulang anak Anda dengan mengatakan: “Kita sudah membahas ini. Kamu tahu apa yang perlu kamu lakukan, sekarang lakukanlah. ”

2. Pilih Satu atau Dua Perilaku Dalam Satu Waktu

Ada banyak hal Anda ingin anak Anda lakukan lebih baik dan tidak hanya selama rutinitas pagi. Masalahnya, anak-anak akan kewalahan ketika Anda datang kepada mereka dengan daftar panjang kesalahan yang mereka lakukan.

Pikirkan seperti ini: jika bos Anda datang ke meja Anda dan mengoceh 16 hal yang perlu Anda perbaiki, Anda tidak hanya akan kewalahan tetapi juga sedikit kesal.

Apakah Anda tidak melakukan sesuatu dengan benar? Beri anak Anda kesempatan untuk memperoleh keterampilan dan kepercayaan diri dengan berfokus pada satu atau dua perilaku yang perlu diubah.

Baca Juga : 5 Cara Melatih Manajemen Waktu Siswa

Pilih dua perilaku pagi yang menjengkelkan, dan buat rencana tindakan khusus untuk mengatasi masalah tersebut.

Bicarakan dengan anak Anda tentang hal-hal yang dapat mereka lakukan untuk meningkatkan satu atau dua hal itu, dan bantu mereka menemukan cara-cara yang dapat mereka lakukan untuk memenuhi harapan Anda.

3. Lakukan lebih Spesifik Guna Melihat Perubahan Yang Nyata

Tidaklah cukup untuk memberi tahu anak Anda, “Kamu perlu mengingat pekerjaan rumahmu.” Anak Anda perlu tahu persis apa yang bisa dia lakukan secara berbeda untuk mengingat pekerjaan rumahnya.

Untuk membantunya membangun keterampilan berorganisasi , pikirkan langkah – langkah tindakan spesifik daripada arah yang tidak jelas.

Bicarakan beberapa ide bersama, jika ada hal-hal yang bisa dia lakukan malam sebelumnya untuk mempersiapkan pagi, pastikan itu jelas.

Kunci dari rutinitas pagi yang sukses adalah mengetahui dengan tepat apa yang perlu dilakukan dan dalam urutan apa. Tugas khusus dan sistem yang jelas membantu semua orang tetap pada jalurnya dengan sedikit diskusi.

4. Biarkan Sekolah Mengajarkan Tentang Konsekuensi

Jika sekolah anak Anda memiliki aturan dan harapan untuk siswanya. Kemungkinan besar, terdapat konsekuensi bagi siswa yang tidak memenuhi harapan tersebut.

Ini adalah kesempatan besar bagi Anda untuk keluar dari “drama” dan mengizinkan orang lain untuk menegakkan aturan. Jika anak Anda biasanya datang terlambat, tidak perlu melindungi mereka dari konsekuensi yang sudah disepakati bersama.

Beri dukungan dalam bentuk mengajaknya untuk berusaha memaksimalkan waktu dan efisien agar tidak terlambat.

Jika anak Anda kesulitan melakukan tugas, yang perlu Anda lakukan adalah mengingatkan dan menanyakan apakah ia bisa menunaikan ya tepat waktu? Jika ia ternyata tidak bisa memenuhi kewajibannya, maka tugas Anda membantunya menemukan pangkal kesulitannya, bukan mengambil alih pekerjaannya.

Jaga agar anak Anda bertanggung jawab atas tindakan mereka sendiri dan hasil dari tindakan tersebut akan melahirkan apa yang dinamakan sebagai ” budaya akuntabilitas “, dan ini adalah bagian penting dari sistem keluarga yang sehat.

Baca Juga : Tips 6 Cara Merawat Mobil Dengan Mudah Dan Hemat

Pasca pandemi, kemampuan anak dalam bertanggungjawab yang mereka pelajari di masa pandemi adalah hal yang amat positif. Rutinitas pagi yang bisa jadi akan kembali seperti sedia kala (sebelum pandemi), memberi perspektif baru dalam hal kepengasuhan. T

ugas Anda sebagai orangtua menjadikan pola yang baik yang tumbuh di masa pandemi, terus berkembang dan menjadikannya pengalaman baru untuk belajar bertanggungjawab.

Membuat rutinitas pagi kembali berjalan pasca pandemi memang membutuhkan kesabaran di samping kemampuan Anda sebagai orangtua mengetahui dan memanami dengan tepat apa yang perlu Anda dan anak Anda lakukan, dan dalam urutan seperti apa.

Tugas khusus dan aturan maupun tata cara yang jelas akan membantu semua anggota keluarga tetap pada jalurnya tanpa banyak perdebatan dan suara keras karena penolakan.

Sekian penjelasan 4 Tips Mengelola Rutinitas Pagi, terima kasih telah mengunjungi portal website mudabicara. Jika merasa artikel ini bermanfaat, silahkan share artikel ini. Selamat Membaca

Tulisan Terkait: