6 Tips Cara Membangun Interaksi Yang Baik Dengan Siswa

Tips dan Trik494 Dilihat

Mudabicara.com_ Proses pendidikan dan pengajaran adalah proses yang cukup panjang dan kompleks. Kompleks maksudnya adalah bahwa sebagai guru, anda memiliki peran yang boleh dikatakan multi fungsi.

Memiliki posisi yang cukup strategis dalam mendampingi anak-anak belajar, beraktifitas, dan bersosialisasi di sekolah.

Interaksi antara guru dan siswa merupakan bagian yang sangat mendukung perkembangan dan kemampuan siswa mencapai tujuan Pendidikan itu sendiri; perkembangan kognitif, sosial dan emosi.

BACA JUGA : 9 Tips Cara Membangun Profesionalisme Guru Di Sekolah

Sebagai guru, bagaimana Anda membangun interaksi yang baik dengan para siswa? Nah! kali ini mudabicara akan membagi 6 tips cara membangun interaksi yang baik dengan siswa ala pemerhati pendidikan A Ramdani. selengkapnya baca artikel berikut ini:

6 Tips Cara Membangun Interaksi Yang Baik Dengan Siswa

1. Waktu Khusus Bersama Siswa

Sebagai guru, anda perlu memiliki waktu khusus bersama siswa anda secara personal 1 on 1, selain membangun kebersamaan dalam komunitas kelas.

Di ruang kelas yang besar, khususnya, siswa sering merasa tidak percaya diri, extrovert, dan kesulitan mengikuti  kegiatan bersama, atau memahami materi ajar.

Sangat penting untuk menyusun pertemuan secara personal, sehingga menjadi percakapan dan menyenangkan—bukan menghakimi.

Dalam pertemuan personal ini anda dapat bertanya kepada seorang siswa tentang keluarga mereka, apa yang terjadi dalam hidup mereka, bagaimana perasaan mereka tentang pelajaran di kelas.

Kemudian anda dapat menggali berbagai akar masalah yang dialami siswa jika mereka memiliki kesulitan untuk menjalani aturan sekolah misalnya.

Kegiatan ini akan membantu siswa untuk menghindari pelanggaran atau sikap impulsive saat menghadapi masalah.

BACA JUGA : Mengenal Teori Anarkisme Damai Pierre Joseph Proudhon

Pada umumnya, di sekolah tindakan semacam bimbingan konseling personal akan dilakukan jika guru mendapati siswa sudah bermasalah, bukan bimbingan untuk membantu siswa megelola dirinya agar terhindar dari masalah atas arahan guru.

2. Cari Sesuatu Untuk Dikomentari

Strategi lain adalah pendekatan “dua per sepuluh”. Ini melibatkan seorang guru yang melakukan percakapan pribadi dengan seorang siswa tentang minat siswa hanya selama dua menit setiap hari selama 10 hari berturut-turut.

Satu hal yang harus menjadi perhatian: percakapan tidak boleh tentang sekolah atau perilaku. Namun sesuatu yang sederhana seperti mengomentari karya dia, atau foto kegiatan di media sosialnya.

Menanyakan kebiasaan dia mengisi akhir pekan dan lain-lain yang bersifat nonformal, dan tidak ada hubungannya dengan kegiatan di sekolah.

Kegiatan mengomentari juga dapat menunjukkan sikap perhatian yang diharapkan oleh siswa, terutama komentar yang positif dan supportif. Bukan mengomentari sesuatu yang bisa jadi memang kurang bagus.

Dahulukan mengomentari perilaku siswa yang bagus agar mereka merasa dihargai. Kemudian secara santai, Anda bisa sedikit menyinggung perilakunya yang kurang tepat, seperti “kamu keren lho, kemarin Bapak lihat foto kamu di feed, itu sedang di mana?”. “Ibu suka saat dengar dari Mamah kamu bahwa kemarin kamu bantu Mamah di dapur, mencuci piring. Itu keren banget!”.

“Eh nak, kamu tau ga, salah satu yang membuat orang sukses dan mendapat banyak teman tuh selain kecerdasan, kegigihan bekerja, juga kejujuan. Iya kan? Setuju ga?  Ibu sih inginnya kamu terus berani untuk selalu rajin, semangat, dan juga jujur.

Oya, benar ga sih kamu kemarin berkelahi dengan teman kamu saat bermain bola?”

Di percakapan itu, guru berusaha memberi komentar untuk menunjukkan perhatian dan mengajak siswa untuk mau bercerita tanpa ada perasaan tertekan, atau merasa terancam akan mendapat hukuman.

3. Kembangkan Ketertarikan Pada Kepentingan Mereka

Kesukaan atau hobi bisa menjadi jembatan membangun interaksi posisitf dengan siswa. Misalnya kesenangan terhadap musik, itu dapat  menjadi pilihan guru  untuk terhubung dengan siswa secara menyenangkan dan bebas tekanan.

Tentunya tidak hanya musik, memahami dan mempelajari minat atau aktivitas favorit siswa manapun dapat membantu Anda membangun hubungan dengan siswa.

BACA JUGA : Resensi Buku Filosofi Teras: Hidup Harus Bahagia

Cobalah cari tahu apa saja yang menjadi ketertarikan atau hobi para siswa Anda. Apakah Anda memiliki kesamaan di salah satu yang muncul dari hobi siswa-siswa Anda? Kemudian Anda dapat menemukan momen ngobrol bareng tentang kesamaan hobi Anda.

Obrolan akan menjadi hangat, akrab dan membuat kedekatan emosi Guru dengan siswa. Interaksi itu membuat ikatan emosional yang dapat memberikan pola dan pesan pendidikan

4. Berbagi Cerita

Bercerita adalah salah satu cara termudah untuk terhubung dengan siswa. Siswa saya misalnya ketika bertemu dengan saya di tahun sebelumnya, saya juga membagikan satu potongan cerita saat selebrasi hari kesehatan di sekolah dengan berbagai keseruan tentangnya.

Menemukan cerita tentang kawan lamanya sangat menarik. Mereka senang mendengar tentang siswa yang duduk di meja yang sama dengan tempat mereka duduk sekarang.

Guru juga bisa menggunakan cerita tentang perjuangan orang-orang di sekitarnya, tentang tokoh-tokoh bangsa yang menginspirasi.

Berbagi cerita  dengan siswa di kelas membantu mereka memahami bahwa tantangan hanyalah bagian dari perjalanan menuju kesuksesan.

5. Selipkan Humor Dalam Berinteraksi

Tertawa adalah bagian penting dalam berkomunikasi. Cerita atau obrolan yang dapat mengundang tawa membuat emosi orang menjadi positif.

Siswa perlu merasa senang bahkan hingga tertawa saat berkomunikasi dengan gurunya. Walau kadang saat ia menertawakan dirinya atau menertawakan Anda.

Humor dapat membantu meruntuhkan tembok dan membangun solidaritas kelas.

“Jika Anda sebagai pembicara tidak membantu audiens Anda untuk mengingat pelajaran Anda, maka Anda membuang-buang waktu semua orang.  Humor.. dapat membantu mencapai retensi yang dibutuhkan.

Sebagian besar sistem memori mengubah ide-ide abstrak menjadi gambar-gambar yang sudah dikenal karena lebih mudah mengingat dan tersimpan lebih lama.

BACA JUGA : 9 Puisi Karya Chairil Anwar Yang Wajib Anak Muda Baca

Karena gambar lebih mudah diingat daripada ide abstrak, dan karena humor sebagian besar adalah visual, masuk akal bahwa menggunakan komedi dalam ilustrasi akan membantu orang mengingat ide yang Anda sampaikan lebih lama dan lebih baik. Citra ekspresif, grafis dan tak terlupakan. ” Kata Gene Perret, penulis skenario film komedi dan materi Stand-up asal Pennsylvania Amerika Serikat.

6. Menghadiri Acara Siswa

Membangun interaksi yang baik dengan siswa dapat dilakukan dengan cara memberikan atensi yang baik pada momen-momen khusus siswa, seperti menghadiri acara mereka, entah kegiatan sekolah, maupun kegiatan di luar sekolah.

Siswa akan senang dan termotivasi saat ia bertanding bulu tangkis Anda turut menyaksikan dan memberinya dukungan. Mereka juga senang saat Anda hadir di acara ulang tahun mereka.

Menghadiri selebrasi siswa juga bagian dari cara efektif membangun interaksi positif dengan mereka. Hubungan yang terbentuk karena adanya atensi Anda terhadap momen penting siswa  akan menempatkan siswa dalam keadaan yang terhormat, spesial dan berarti bagi dirinya sendiri atau keluarganya.

Sekian tips kali ini, bertemu lagi di tip-tips berikutnya. Sampai jumpa!

 

Oleh : A Ramdani (Pemerhati Pendidikan Indonesia)

Tulisan Terkait: