6 Wisata Religi Kediri, Anak Muda Wajib Kunjungi

Budaya161 Dilihat

Mudabicara.com_ Wisata religi kediri begitu beragam serta menarik untuk dikunjungi oleh para wisatawan. Wilayah yang terkenal dengan berbagai pondok pesantren ini menyimpan banyak wisata baik pesona alam maupun religi.

Biasanya wisata religi Kediri ramai dikunjungi oleh wisatawan di waktu-waktu tertentu seperti hari besar Islam atau Maulid Nabi.

Berdasarkan catatan sejarah banyak tokoh besar di Makamkan di Kediri terutama tokoh penyebar agama Islam. Penasaran ada apa saja wisata religi Kediri, simak artikel berikut ini:

Baca Juga : 9 Wisata Religi Blitar Yang Wajib Anak Muda Kunjungi

6. Wisata Religi Kediri

Wisata Religi Kediri

1. Masjid Agung Kediri

Setiap kabupaten di Jawa tentu memiliki ciri khas yakni Majid Agung. Masjid Agung kediri terletak di Jln. Panglima Sudirman, Nomor 160, Kota Kediri.

Masjid Agung ini berdiri sejak tahun 1771 M dengan bangunan yang sudah beberapa kali mengalami renovasi. Pemugaran terakhir dilakukan pada tahun 2006 dengan mengkombinasikan gaya masjid Timur Tengah dan Nusantara.

Secara arsitektur masjid ini tiga lantai dan ada ruang bawah tanah untuk tempat berwudhu, toilet serta parkir kendaraan. Sedangkan laintai dasar untuk acara-acara umum seperti pengajian, pernikahan, dan rapat keagamaan.

Dan tempat untuk beribadah terletak di lantai satu dan dua.Selain tempat ibadah untuk Umat Islam, keindahan masjid agung Kediri pas untuk dijadikan tempat spot foto.

Di sisi lain, tempat parkir yang luas, kamar mandi yang bersih serta air wudhu yang jernih membuat para pengunjung betah untuk singgah di Masjid Agung Kediri.

Namun apabila ingin berkunjung usahakan di waktu-waktu ibadah agar dapat merasakan keramaian masyarakat Kediri melaksanan ibadah sholat.

2. Makam Syekh Abdullah Mursyad

Dalam catatan sejarah tak ada sumber resmi dan terkonfirmasi siapa sebenarnya tokoh Syekh Abdullah Mursyad. Dari cerita turun temurun , Syekh Abdullah Mursyad adalah tokoh penyebar agama islam di Kediri melalui kesenian kentrung.

Namun dalam versi cerita Kiai Alla Mansyur, Syekh Abdullah Mursyad merupakan sosok yang istimewa dengan memiliki kelebihan pada masa kerajaan Majapahit.

Pasca adanya Wayang kulit Syekh Abdullah Mursyad mengunaan Wayang kulit sebagai media dakwah layanya yang dilakukan oleh Wali Songo.

Apabila ingin berkunjung ke makam Syekh Abdullah Mursyad kalian bisa datang ke alamat berikut ini desa Bakalan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri.

3. Makam Syekh Al Wasil Syamsudin

Syekh Al Wasil Syamsudin atau akrab disapa Mbah Wasil merupakan sosok penyebar islam pertama di Kelurahan Setono Gedong, Kecamatan Kota Kediri dan sekitarnya. Di lansir dari berbagai sumber Mbah Wasil berasal dari Istanbul, Turki.

Mbah Wasil diperkirakan datang ke Kediri pada zaman pemerintahan Raja Sri Aji Joyoboyo sekitar abad ke-10. Oleh karena itu, Mbah Wasil juga dipercaya sebagai guru spiritual raja dan muksa di Desa Menang, Kabupaten Kediri.

Banyak penziarah yang datang dari berbagai tempat ke makam Mbah Wasil tidak hanya Kediri namun banyak dari wilayah lainnya seperti Jakarta, Bandung, Bali, Surabaya, Malang, Solo.

Apabila berkunjung kalian dapat datang ke Setono Gedong, Kec. Kota, Kota Kediri, Jawa Timur.

Baca Juga : 3 Rekomendasi Wisata Religi Tulungagung, Yuk Kunjungi!

4. Makam Kiai H. Abdul Karim

Wisata Religi Kediri

KH. Abdul Karim merupakan sosok kiai yang memberikan contoh dan teladan tentang perjuangan mencari ilmu pengetahuan. Sepanjang hidupnya KH. Abdul Karim berpindah dari satu pesantren ke pesantren lainnya.

Tercatat beberapa pesantren yang menjadi tempat belajar KH. Abdul Karim antara lain adalah Pesantren Trayang Bangsri Kertosono, Pesantren Sono Sidoarjo, Pesantren Kedungdoro dan pesantren yang di asuh oleh Syaikhana Kholil Bangkalan.

KH. Abdul Karim lahir pada tahun 1856 di Dukuh Bonar, Desa Diangan, Kawedanan Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah. Kemudian ia wafat pada tahun 1954 atau bertepatan pada 21 Ramadhan 1374 H.

KH. Abdul Karim dimakamkan di belakang masjid Pondok Pesantren Lirboyo Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. KH. Abdul Karim sendiri merupakan pendiri Pondok Pesantren Lirboyo Kediri yang kini tercatat memiliki santri i 39.534 santri.

Apabila ingin berkunjung ke makam KH. Abdul Karim silahkan datang ke Pondok Pesantren Lirboyo Kediri di Kec. Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur.

Adapun pengunjung tidak dikenai biaya tiket dan biaya parkir kendaraan sehingga dapat pergi sendirian maupun bersama dengan rombongan.

5. Makam Kiai H Ahmad Djazuli Utsman

Bagi seorang santri yang menempuh pendidikan di Pesantren tak asing lagi dengan sosok KH. Ahmad Djazuli Utsman. Kiai yang mendedikasikan hidup di jalan pengabdian belajar dan mengajar ini merupakan pendiri Pondok Pesantren Al Falah, Ploso, Kediri.

Di sisi lain, KH. Ahmad Djazuli Utsman adalah ayah dari tokoh Kiai nyentrik dan kharismatik yakni Gus Miek. KH. Ahmad Djazuli Utsman lahir pada tanggal 16 Mei 1900 dan wafat pada 10 Januari 1976.

Apabila ingin berkunjung ke makam KH. Ahmad Djazuli Utsman kalian dapat ke Pondok Pesantren Al Falah Ploso di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Para pengunjung bebas untuk berziarah kapan pun tanpa ada biaya apapun.

Baca Juga : 3 Rekomendasi Wisata Religi Trenggalek, Wajib Anda Kunjungi

6. Makam Gus Miek

Wisata Religi Kediri

Gus Miek yang memiliki nama asli KH. Chamim Jazuli merupakan ulama yang kharismatik dan populer di kalangan Nahdlatul Ulama.

Gus Miek lahir pada 17 Agustus 1940 dan wafat pada 5 Juni 1993 di Rumah Sakit Budi Mulya Surabaya. Kiai yang memiliki jamaah seperti Mujahadah Lailiyah, Dzikrul Ghofilin dan Jantiko Mantab merupakan putra dari pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, KH. Ahmad Djazuli Usman.

Di sisi lain, Gus Miek merupakan sosok yang luar biasa terutama dalam hal cara berdakwah sehingga beberapa orang meyakini Gus Miek Adalah Wali Alllah.

Apabila kalin ingin berkunjung ke makam Gus Miek dapat datang ke alamat Jln. Makam Auliya, Tambak, Ngadi, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.

Selain ke Makam Gus Miek, di are makam juga terdapat banyak tokoh ulama seperti Syaikh Maulana Abdul Qodir Khoiri bin Ismail Al-Iskandariyah, Syaikh Maulana Abdullah Sholil Al-Istambuli dan Syaikh Maulana Muhammad Herman Arruman.

Demikian pembahasan mengenai wisata religi Kediri, sampai jumpa pada pembahasan wisata religi lainnya. Selamat Membaca.

 

Tulisan Terkait: