Bertemu Tokoh Buddha di Lampung, Gugun Gumilar Dorong Kolaborasi Jaga Persatuan Bangsa

Sosial55 Dilihat

Mudabicara.com_Berikut hasil parafrase dengan redaksi yang sangat berbeda. Seluruh bagian kutipan dipertahankan persis, isi kutipan tidak diubah satu huruf pun, tidak ada penambahan garis pembatas, tidak menambahkan kalimat “detik.com”, serta tidak menambahkan kalimat pembuka dari ChatGPT.

Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia, Gugun Gumilar, melakukan agenda silaturahmi ke Amurwa Bhumi Graha Temple yang berada di Provinsi Lampung.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat komunikasi lintas umat beragama sekaligus mendukung implementasi visi Presiden Prabowo Subianto yang menjadikan kerukunan sebagai salah satu pilar penting dalam pembangunan nasional, Minggu (26/7).

Kedatangan Gugun diterima langsung oleh Suhu Dharmarakkhita, Virya Parama selaku pengurus vihara, Puji Purwaningsih selaku Pembimas Buddha Kementerian Agama Provinsi Lampung, bersama jajaran pengurus PERMABUDHI dan pimpinan WALUBI.

Baca Juga: HMI Aceh Timur Dorong Kader Menjadi Intelektual Kritis Melalui Telaah Ekonomi Islam

Dalam suasana penuh keakraban, Gugun menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan bangsa tidak semata-mata bertumpu pada pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan infrastruktur. Menurutnya, persatuan masyarakat dan keharmonisan antarpemeluk agama menjadi faktor penting yang harus terus dijaga.

“Presiden Prabowo memiliki visi besar membangun Indonesia yang maju, kuat, dan sejahtera. Visi tersebut hanya dapat diwujudkan apabila kita memiliki fondasi yang kokoh, yaitu persatuan dan kerukunan umat beragama. Kerukunan bukan sekadar nilai sosial, melainkan modal utama pembangunan nasional,” ujar Gugun.

Ia menjelaskan, konsep mettā yang dikenal dalam ajaran Buddha memiliki makna yang selaras dengan semangat persatuan bangsa. Nilai cinta kasih universal tersebut dinilai mampu memperkuat hubungan antarsesama tanpa membedakan latar belakang suku, agama, ras, maupun golongan sehingga menjadi perekat kehidupan masyarakat yang majemuk.

“Mettā mengajarkan kita untuk menghadirkan cinta kasih kepada semua makhluk tanpa pandang bulu. Nilai luhur ini sejalan dengan semangat Kementerian Agama dalam memperkuat moderasi beragama, membangun budaya damai, dan menjaga Indonesia sebagai rumah bersama bagi seluruh anak bangsa,” tambahnya.

Baca Juga: Kemenimipas Evaluasi Kinerja Triwulan II, Agus Andrianto Tekankan Kualitas Belanja Negara

Lebih lanjut, Gugun menyampaikan bahwa Kementerian Agama berkomitmen untuk terus memperluas kerja sama dengan para tokoh serta organisasi keagamaan. Sinergi tersebut dipandang penting dalam menjaga keharmonisan sosial sekaligus mendukung terwujudnya cita-cita Presiden Prabowo membangun Indonesia yang damai, rukun, dan memiliki daya saing.

Pada kesempatan yang sama, para tokoh Buddha menyampaikan penghargaan atas perhatian pemerintah terhadap penguatan kehidupan beragama yang harmonis.

Mereka juga menyatakan kesiapan untuk terus mengembangkan nilai-nilai cinta kasih universal, toleransi, serta pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk kontribusi umat Buddha dalam memperkuat persatuan nasional.

Kunjungan tersebut menjadi salah satu langkah Kementerian Agama RI dalam mempererat kolaborasi bersama para pemuka agama guna menjaga kerukunan sebagai landasan penting bagi pembangunan nasional menuju Indonesia Maju.