Mudabicara.com_Pemerintah Kabupaten Ponorogo Jawa Timur (Jatim) disebut abai terhadap pandemi Covid-19 atau Virus Corona. Pasalnya, kebijakan Pemkab Ponorogo khususnya di masa New Normal tidak tegas terhadap pelanggar protokol Covid-19. Misalnya saja, kegiatan-kegiatan masyarakat yang melibatkan massa sering melanggar protokol kesehatan.

Kebijakan Pemerintah yang memberikan kelonggaran terhadap kegiatan masyarakat yang melibatkan massa tentu sangat disayangkan. Seyogyanya, di masa New Normal angkat positif Covid-19 menurun. Akan tetapi beda halnya dengan di Ponorogo yang setiap hari justru meningkat.

Tokoh Muda Ponorogo Moh Aqshon Budairi merasa kecewa dengan ketidakjelasan kebijakan Pemda Ponorogo ini. Pemda seharusnya menyiapkan kebijakan-kebijakan yang pas untuk menyelamatkan rakyatnya dari ganasnya Covid-19.

Menurut Moh Aqshon Budairi, seharusnya Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni memberikan kejelasan kebijakan agar tidak menimbulkan kecemasan masyarakat.

“Meningkatnya angka Covid-19 di Ponorogo tidak lepas dari perubahan transisi dari PSBB menjadi New Normal yang tidak di ikuti dengan instrument pengawal yang baik dari pemerintah serta perilaku masyarakat yang belum sadar tentang bahwa dimanapun dan kapan pun setiap orang bisa terkena oleh virus corona,” kata Aqshon Budairi kepada Mudabicara.com, Jakarta, Jumat, 18 Agustus 2020.

Jika penanganan Covid-19 oleh Pemda Ponorogo tidak tegas maka dikhawatirkan akan menjadi bom waktu. Sebab, selang beberapa bulan lagi, masyarakat Ponorogo akan menyelenggarakan pesta demokrasi yakni Pilkada.

Aqshon Budairi menilai bahwa pada saat tahapan penyelenggaraan Pilkada banyak sekali pelanggaran protokol kesehatan. Misalnya saat deklarasi dan pendaftaran calon pada tanggal 04-06 September 2020 banyak yang tidak menjaga jarak dan memakai masker.

“Dari kasus yang ada banyaknya penyelenggara yang terkena virus corona, serta tak terkontrolnya massa dalam tahapan pemilu. Mulai dari tahap deklarasi kedua calon serta tahap pendaftaran kedua calon yang sama sekali tidak mengikuti protokol kesehatan,” terangnya.

BACA JUGA: RIDWAN MALIK DAN SEKELUMIT CERITA TENTANG AKSARA

Sekedar informasi, Pemda Ponorogo tampaknya memang tidak terbuka terkait informasi perkembangan Covid-19. Hal ini terlihat di website resminya Pemda Ponorogo https://ponorogo.go.id/ tidak ada informasi terkait Covid-19 sama sekali. Saat diakses Mudabicara.com pada Jum’at, 18 September 2020 pukul 16.40 WIB, dalam website itu memang ada kanal berita tentang Corona, sayangnya tidak terisi sama sekali dengan informasi apapun.

Screen shot web Pemkab Ponorogo
Screen shot web Pemkab Ponorogo

Apa yang Bisa Dilakukan Anak Muda

Makin meningkatnya kasus positif Covid-19 di Ponorogo, anak muda sebaiknya jangan pangku tangan. Anak muda harus menjadi bagian dari penyelesaian penyebaran Covid-19. Yang bisa dilakukan adalah memberikan edukasi kepada masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan seperti rajin mencuci tangan, pakai masker apabila keluar rumah, dan jaga jarak.

Yang paling utama, kata Aqshon Budairi, memberikan contoh berperilaku sesuai dengan protokol kesehatan, kapanpun dan dimanapun berada.

“Peran pemuda dalam masa pandemi khususnya Ponorogo sangatlah vital,dari berbagai kasus yang ada pemuda menjadi salah satu corong dalam memberikan pemahaman baik dalam tahap pemikiran serta dalam tahap tindakan,” Pungkas Aqshon Budairi.