Gugun Gumilar Kenalkan Konsep Kerukunan Indonesia di Forum Internasional Gereja Advent

Sosial14 Dilihat

Mudabicara.com_Komitmen Indonesia dalam menjaga kerukunan antarumat beragama sebagai salah satu pilar pembangunan nasional di era Presiden Prabowo Subianto menjadi perhatian dalam forum internasional Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Gagasan tersebut disampaikan oleh Staf Khusus Menteri Agama, Gugun Gumilar, yang memperkenalkan pengalaman Indonesia dalam mengelola keberagaman sebagai modal utama memperkuat persatuan bangsa.

Pemaparan itu disampaikan Gugun saat membuka sekaligus memberikan keynote speech dalam Stewardship and Ministerial Convention of the Southern Asia-Pacific Division, forum internasional yang digelar Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh pada Kamis (30/7/2026).

Dalam pidato utamanya, Gugun memaparkan konsep kerukunan bangsa yang menjadi salah satu fondasi pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Gugun, Indonesia telah membuktikan bahwa perbedaan agama, suku, budaya, maupun bahasa dapat dikelola menjadi kekuatan yang mempererat persatuan nasional, bukan menjadi pemicu konflik di tengah masyarakat.

Baca Juga: MK Putuskan Anggaran MBG Harus Dipisah dari Dana Pendidikan Mulai APBN 2028

“Presiden Prabowo menempatkan persatuan nasional dan kerukunan antarumat beragama sebagai modal strategis menuju Indonesia Emas 2045. Kerukunan bukan sekadar kondisi sosial yang harus dijaga, tetapi juga fondasi penting bagi pembangunan, kesejahteraan, dan kemajuan bangsa,” ujar Gugun.

Kementerian Agama Perkuat Moderasi Beragama

Ia menjelaskan, Kementerian Agama terus memperkuat berbagai program moderasi beragama, dialog lintas agama, serta kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat untuk menjaga harmoni dalam kehidupan berbangsa.

Menurutnya, keberhasilan Indonesia dalam merawat keberagaman lahir dari komitmen seluruh komponen bangsa dalam menjunjung tinggi nilai toleransi, saling menghormati, dan gotong royong.

Dorong Kerja Sama Lintas Agama Hadapi Tantangan Global

Di hadapan peserta yang berasal dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik, Gugun juga menegaskan bahwa Indonesia membuka ruang seluas-luasnya bagi kerja sama lintas agama dalam menghadapi berbagai tantangan global, seperti kemiskinan, perubahan iklim, krisis kemanusiaan, hingga pembangunan karakter generasi muda.

Baca Juga: MK Putuskan Anggaran MBG Harus Dipisah dari Dana Pendidikan Mulai APBN 2028

“Kerukunan adalah investasi sosial yang harus terus dirawat. Ketika umat beragama saling percaya dan bekerja sama, maka perdamaian akan tumbuh dan pembangunan dapat berjalan lebih kuat,” katanya.

Forum Stewardship and Ministerial Convention of the Southern Asia-Pacific Division menjadi wadah pertemuan para pemimpin dan pelayan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dari berbagai negara untuk memperkuat kepemimpinan, pelayanan, serta kolaborasi dalam menjawab berbagai tantangan sosial dan kemanusiaan di kawasan Asia Pasifik.

Kehadiran Staf Khusus Menag dalam forum tersebut mencerminkan komitmen pemerintah Indonesia untuk terus memperkuat diplomasi kerukunan antarumat beragama di tingkat internasional.

Sekaligus, memperkenalkan praktik baik Indonesia sebagai negara yang berhasil menjaga harmoni di tengah keberagaman.