Kemenag Siapkan Program Khusus Agar Santri Lebih Kompetitif Raih Beasiswa LPDP

Pendidikan41 Dilihat

Mudabicara.com_Kementerian Agama (Kemenag) tengah mematangkan strategi untuk memperbesar peluang santri serta mahasiswa berbakat dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dalam memperoleh beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Melalui inisiatif Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, akan disiapkan program pendampingan yang dirancang khusus agar semakin banyak lulusan pesantren dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi unggulan, baik di Indonesia maupun mancanegara.

Inisiatif tersebut disampaikan Menag Nasaruddin Umar ketika menerima kunjungan Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Ciputat dan Tangerang Selatan di Jakarta, Jumat (31/7/2026). Dalam pertemuan itu, kedua pihak berdiskusi mengenai peta jalan pengembangan kapasitas dan potensi alumni.

Baca Juga: Gugun Gumilar Kenalkan Konsep Kerukunan Indonesia di Forum Internasional Gereja Advent

Menurut Menag, santri memiliki kapasitas intelektual yang sangat menjanjikan. Meski demikian, dibutuhkan sistem pembinaan yang lebih terarah dan berkesinambungan agar mereka mampu memenuhi seluruh persyaratan seleksi LPDP yang dikenal kompetitif.

“LPDP sangat dibutuhkan pesantren. Kita perlu proaktif membangun keberpihakan. Yang harus disiapkan adalah kemampuan bahasa Inggris, Tes Potensi Akademik (TPA), dan pendampingannya. Bagaimana membuat kemampuan TOEFL mereka meningkat, misalnya dalam enam bulan bisa mencapai target yang dibutuhkan,” kata Nasaruddin Umar, dikutip dari laman Kemenag.

Lebih lanjut, Nasaruddin menekankan bahwa program tersebut akan dibangun secara inklusif tanpa membatasi peserta berdasarkan latar belakang organisasi tertentu. Fokus utama Kementerian Agama adalah memberikan kesempatan kepada talenta-talenta terbaik dari kalangan santri untuk berkembang dan berkompetisi di tingkat internasional.

“Orientasi kita itu kepada talenta. Jangan hanya melihat organisasinya, tetapi bagaimana kita menyiapkan orang-orang terbaik. Kalau ekosistemnya dibangun dengan baik, saya yakin peluang mereka lolos LPDP akan semakin besar,” ujar Menag.

Baca Juga: MK Putuskan Anggaran MBG Harus Dipisah dari Dana Pendidikan Mulai APBN 2028

Sebagai langkah lanjutan, Menag menginstruksikan jajaran Kementerian Agama bersama para pemangku kepentingan untuk segera menyusun konsep tersebut menjadi program kerja yang dapat segera diimplementasikan.

Untuk memperkuat pelaksanaannya, Kementerian Agama juga berencana membangun sinergi dengan berbagai lembaga. Salah satu yang diproyeksikan terlibat adalah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), yang diharapkan dapat mendukung penyediaan fasilitas, kebutuhan pembelajaran, hingga tenaga pendamping selama program berlangsung.

“Kita bisa mengajukan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), untuk mendukung penyediaan tempat, kurikulum, tenaga pendamping, dan kebutuhan lain dalam pelaksanaan program,” pungkas Menag.