Mengenal ‘Brain Break’ Untuk Mengoptimalkan Belajar Siswa di Kelas

Tips dan Trik353 Dilihat

Mudabicara.com_ Dalam satu sesi pertemuan dengan guru kelas, saya mendapat laporan tentang aktifitas di kelas yang mulai membuat anak-anak merasa jenuh, terutama saat melaksanakan proses pembelajaran secara daring.

Sesi belajar yang memakan waktu sekitar satu jam atau lebih membuat anak tidak fokus, bahkan ada yang tiba-tiba keluar dari sesi belajar dengan berbagai alasan. Atau mereka asyik membuat kegiatan sendiri selama guru berbicara menerangkan pelajaran.

Belajar secara daring via aplikasi semacam Zoom meeting tidaklah mudah untuk membuat koneksi dan interaksi peserta didik dengan baik, sebagaimana belajar secara tatap muka langsung (luring).

Baca Juga : 5 Cara Melatih Kesadaran Digital Pada Anak

Pasalnya kemampuan anak untuk fokus menatap layar gadget atau perangkat komputer akan dipengaruhi oleh kondisi emosi mereka yang stabil atau nyaman.

Di samping itu juga otak anak akan mudah terganggu oleh berbagai “noise” di sekilingnya karena kondisi otak yang lelah.

Kelelahan tersebut bisa jadi disebabkan waktu menatap layar mereka untuk hal selain aktifitas mendengarkan pembelajaran guru lebih banyak. Oleh karenanya suasana belajar jadi tidak kondusif, daya belajar anak tidak optimal.

Di masa sekarang ini, saat proses belajar sudah dilakukan secara tatap muka, kita sudah mengenal isitilah ice breaking. Nah kegiatan brain break adalah pola lain dari kegiatan ice breaking.

Anak-anak memerlukan apa yang diistilahkan oleh beberapa pakar pendidikan sebagai brain break  untuk memberikan kesegaran bagi otak saat berlangsung proses belajar di kelas.

Apa Itu Arti brain break?

Brain Break

Brain break  adalah waktu yang Anda alokasikan dalam pelajaran untuk mengurangi beban kognitif atau kejenuhan belajar yang dialami siswa dalam memenuhi apa yang Anda minta untuk dilakukan oleh siswa.

Dengan brain break, siswa dapat menyalurkan energinya pada sesuatu yang baru atau tidak berhubungan dengan tugas yang dihadapi. Dengan brain break juga siswa ‘mengistirahatkan’ otak.

Baca Juga : 5 Cara Melatih Manajemen Waktu Siswa

Ada banyak alasan untuk mengistirahatkan otak, selain sebagai langkah menyiasati  kejenuhan dan demotivasi belajar.

Fungsi brain break dalam proses pembelajaran

1. Memfokuskan Kembali Konsentrasi Grup

Fungsi pertama dari brain break adalah pembelajaran akan menjadi lebih kondusif dan tertata. Hal tersebut dikarenaka siswa mendapatkan kembali energi positifnya untuk belajar.

Selain itu, konsentrasi terhadap mata pelajaran akan semakin meningkat dengan baik dan benar.

2. Membangun Komunitas di antara Sekelompok Siswa

Proses perpindahan pembelajan luring menjadi daring memang menimbulakan berbagai persoalan karena guru akan susah membangun hubungan emosional dengan muridnya.

Namun dengan adanya brain break maka akan membantu serta berfungsi sebagai sarana membangun komunitas di antara Sekelompok Siswa.

Di sisi lain, brain break juga dapat dilakukan oleh seorang guru saat proses belajar mengajar berjalan secara tatap muka.

3. Mengatur Ulang Energi Ruang Kelas Fisik atau Virtual

Dengan brain break suasana kelas akan hidup kembali sebab energi semangat akan dirasakan oleh para siswa. Hal tersebut berlaku baik kelasa secara virtual maupun tatap muka.

Baca Juga : Tips Cara Guru Membantu Orang tua Dalam Pembelajaran Anak Berbasis Teknologi

Strategi dan Sumber Daya Brain Break

Berikut beberapa aktifitas yang bisa dilakukan oleh guru dalam sesi pembelajaran – baik secara daring ataupun luring, dengan melakukan brain break:

1. Menggambar bebas

Minta siswa untuk menyelesaikan sketsa atau menggambar cepat secara bebas. Gunakan kertas yang boleh dipilih siswa di rumah jika pelaksanaan belajar secara daring. Atau gunakan aplikasi menggambar yang disediakan oleh program drawing di komputer.

2. Berbagi ide menarik tentang hobi, pekerjaan di rumah

Pilihan lain untuk brain break adalah  berbagi ide dengan siswa yang akan memicu respon. Tanggapan mereka, mungkin termasuk ilustrasi, membuat daftar, atau menuliskan beberapa ide atau tips.

Seperti salah satu tempat favorit untuk dikunjungi, tips dalam memandikan hewan peliharaan dan lain lain. Web Khan Academy Refresh adalah situs web khusus tempat Anda dapat menemukan ide untuk brain break.

3. Menyampaikan ‘story starter’

Coba gunakan link  Scholastic Story Starters untuk aktifitas brain break. Ada banyak kumpulan dongeng tematik yang imajinatif.  Situs web gratis ini memungkinkan Anda atau siswa Anda memutar tombol imajiner.

Anda akan menemukan prompt untuk cerita yang muncul dengan karakter dan situasi yang berbeda. Alat online siap pakai ini sangat bagus untuk digunakan dengan layar sentuh atau papan tulis interaktif.

Anda juga dapat membagikan tautan dengan siswa untuk berputar sendiri dan menulis cerita singkat. Selain menulis cerita dengan beberapa kalimat atau paragraf, ini dapat digunakan dalam format diskusi untuk Think-Pair-Share.

Baca Juga : 10 Tips Cara Berkomunikasi Positif Dengan Anak

4. Pertanyaan Trivia

Cobalah gunakan  situs web Kahoot! .  Selain pertanyaan kuis cepat yang mungkin Anda gunakan untuk memulai unit pembelajaran baru atau meninjau pelajaran atau unit, ada kuis trivia siap pakai di situs web ini.

Anda dapat menemukan hal-hal sepele untuk acara khusus, liburan, atau tentang banyak topik berbeda. Pencarian cepat di platform akan membantu guru menemukan berbagai sumber daya.

5. Bergerak

Bergerak merupakan cara mudah dan efektif untuk melakukan aktifitas brain break. Dengan bergerak Anda membuat transisi di antara aktivitas atau mengambil waktu untuk berhenti sejenak. Anda bisa juga kunjungi GoNoodle yang bisa memberikan inspirasi aktifitas menarik.

Sekian penjelasan mengenai bacaan brain break, terima kasih telah mengunjungi portal website mudabicara. Jika merasa artikel ini bermanfaat, silahkan share artikel ini. Selamat Membaca

Tulisan Terkait: