Prabowo Ganti Pimpinan BGN, Nanik Sudaryati Deyang Resmi Jabat Kepala Badan Gizi Nasional

Politik37 Dilihat

Mudabicara.com_Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dengan memberhentikan Dadan Hindayana dari posisi Kepala BGN. Jabatan tersebut kini dipercayakan kepada Nanik Sudaryati Deyang untuk memimpin lembaga yang bertanggung jawab menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pengumuman perubahan kepemimpinan itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Negara pada Selasa (2/5) malam.

Baca Juga: FITK UIN Sunan Kalijaga Bekali 102 Calon Wisudawan Menjadi Lulusan Visioner

“Bapak presiden mengambil keputusan untuk lakukan pergantian di Badan Gizi Nasional. Pertama, saudara Dadan sebagai Kepala BGN, kedua saudara Lodewyk Pusung sebagai Wakil Kepala BGN, ketiga saudara Sony Sonjaya sebagai Wakil BGN, tentunya disertai dengan ucapan terima kasih atas kerja keras dedikasi selama ini,” kata Prasetyo Hadi.

“Untuk selanjutnya presiden memutuskan mengangkat saudari Nanik s Deyang sebagai Kepala BGN yang baru, kemudian saudari Agustina Arumsari, dan saudara Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru,” imbuhnya.

BGN merupakan lembaga pemerintah non-kementerian yang memiliki tugas utama mengawasi pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat melalui pelaksanaan program MBG. Dadan sendiri menjadi figur pertama yang menempati kursi Kepala BGN setelah dilantik oleh Presiden Prabowo.

Ia menjabat sejak Agustus 2024 hingga akhirnya dilakukan pergantian. Selama masa tugasnya, Dadan didampingi oleh tiga wakil, yakni Sony Sonjaya sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Lodewyk Pusung sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Pengembangan Organisasi dan Hubungan Kelembagaan, serta Nanik Sudaryati Deyang yang saat itu menjabat Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.

Baca Juga: Jokowi Siap Blusukan Lagi, Lampung Jadi Tujuan Perdana

Pergantian kepemimpinan ini terjadi setelah program MBG beberapa kali diwarnai insiden keracunan yang menimpa pelajar penerima manfaat. Sejumlah kejadian tersebut mendorong BGN mengambil langkah penghentian sementara terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlibat dalam penyediaan makanan program tersebut.

Berdasarkan data terbaru, sejak MBG mulai dijalankan pada 6 Januari 2025 hingga 29 Mei 2026, tercatat 27.208 SPPG telah beroperasi di berbagai daerah. Dari jumlah itu, sebanyak 8.182 SPPG pernah dikenakan status suspend.

Program MBG sendiri menjadi salah satu agenda prioritas pemerintahan Prabowo. Gagasan tersebut telah diperkenalkan kepada publik sejak masa kampanye Pemilihan Presiden 2024.

Sementara itu, data per 3 Maret 2026 menunjukkan jumlah penerima manfaat MBG telah mencapai 61.239.037 orang. Dari total tersebut, sebanyak 49.057.682 penerima merupakan peserta didik di berbagai jenjang pendidikan.