Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 2 Prajurit TNI, PBB Lakukan Penyelidikan

Indepth20 Dilihat

Mudabicara.com_Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali mengabarkan adanya korban jiwa dari prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian di Lebanon, yakni United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Dua personel TNI dilaporkan meninggal dunia akibat ledakan yang terjadi di wilayah dekat Bani Hayyan, Lebanon selatan.

“Ini adalah dua insiden terpisah dan kami sedang menyelidikinya sebagai dua insiden terpisah,” kata juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel dilansir kantor berita Reuters, Selasa (31/3/2026).

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali mengabarkan adanya korban jiwa dari prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian di Lebanon, yakni United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Dua personel TNI dilaporkan meninggal dunia akibat ledakan yang terjadi di wilayah dekat Bani Hayyan, Lebanon selatan.

Baca Juga: Seruan Doa dari Tanah Suci, Wamenhaj Harap Haji 2026 Aman dan Nyaman

“Ini adalah dua insiden terpisah dan kami sedang menyelidikinya sebagai dua insiden terpisah,” kata juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel dilansir kantor berita Reuters, Selasa (31/3/2026).

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menegaskan bahwa tindakan penyerangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional, bahkan dapat diklasifikasikan sebagai kejahatan perang.

“Kami mengutuk keras insiden-insiden yang tidak dapat diterima ini – pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran,” kata kepala pasukan penjaga perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix, kepada wartawan dalam sebuah pengarahan pada hari Senin.

Sebelumnya, pada Minggu (29/3), satu anggota TNI dilaporkan meninggal dunia setelah sebuah proyektil meledak di dekat posisi pasukan tersebut di sekitar desa Adchit al-Qusayr, Lebanon selatan.

Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara militer Israel (IDF) dan Hizbullah, yang berdampak pada markas UNIFIL di kawasan Adchit Al Qusayr. Selain korban meninggal, tiga prajurit TNI lainnya juga mengalami luka-luka dalam kejadian tersebut.

Korban diketahui berasal dari Yonif 113/Jaya Sakti (JS), Brigade Infanteri (Brigif) 25/Siwah, Kodam Iskandar Muda (IM), Aceh. Prajurit yang gugur tersebut adalah Praka Farizal Rhomadhon.

“Berdasarkan laporan dari daerah penugasan, insiden tersebut menimpa Prajurit TNI yang tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL,” kata Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Narsullah, Senin (30/3).

Baca Juga: Fakta Persidangan Tipikor Ungkap Dugaan Kegagalan Audit dan Ketimpangan Penegakan Hukum dalam Kasus PT Sritex

Pemerintah Indonesia menyatakan kecaman keras terhadap serangan Israel yang menyebabkan gugurnya prajurit TNI, sekaligus mendesak adanya investigasi yang komprehensif dan terbuka.

“Indonesia mengutuk keras insiden tersebut dan menyerukan penyelidikan yang menyeluruh dan transparan,” kata Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui akun X @Kemlu_RI, Senin (30/3).

Pemerintah Republik Indonesia juga menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya anggota TNI yang bertugas dalam misi UNIFIL, serta kembali menegaskan sikapnya terhadap serangan Israel di wilayah Lebanon.

“Indonesia menegaskan kembali kecamannya terhadap serangan Israel di Lebanon selatan dan menyerukan kepada semua pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon, menghentikan serangan terhadap penduduk sipil dan infrastruktur, serta kembali ke dialog dan diplomasi untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan memajukan perdamaian,” tegas Kemlu.