UICI Gandeng BRIN Perkuat Riset dan Inovasi di Bidang AI dan Teknologi Digital

Pendidikan74 Dilihat

Mudabicara.com_Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) menjalin kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkuat pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, khususnya di bidang riset dan inovasi.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara UICI dan BRIN di Gedung BJ Habibie, Jakarta, Selasa (11/8).

Nota Kesepahaman ditandatangani Rektor UICI Prof. Asep Saefuddin dan Deputi Bidang Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi BRIN Edy Giri Rachman Putra, serta disaksikan Kepala BRIN Arif Satria.

Baca Juga: Megawati Lantik Pengurus Baru DPP Bamusi Dibawah Kepemimpinan Gus Falah Periode 2026–2030

Rektor UICI Prof. Asep Saefuddin mengatakan, kerja sama dengan BRIN membuka peluang bagi mahasiswa UICI untuk meningkatkan kapasitas riset, terutama di bidang kecerdasan buatan (AI), teknologi digital, dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Menurut Prof. Asep, kolaborasi tersebut juga sejalan dengan karakteristik UICI sebagai perguruan tinggi berbasis digital dengan mahasiswa yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

“BRIN memiliki banyak research center atau pusat-pusat penelitian. Tentunya akan sangat membantu para mahasiswa UICI yang berada di seluruh Indonesia,” ujar Prof. Asep.

Ia menilai kemampuan riset menjadi salah satu kompetensi penting bagi mahasiswa di tengah perubahan ekonomi dan perkembangan teknologi yang berlangsung cepat.

Menurutnya, lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya menguasai pengetahuan secara teoritis, tetapi juga perlu memiliki research thinking atau pola pikir berbasis riset.

Baca Juga: Wamenkes Ungkap 40 Persen Pasien RSU Pemasyarakatan Cipinang Berasal dari Warga Sekitar

“Karena sekarang ini lulus tanpa kekuatan research juga ketinggalan,” katanya.

Prof. Asep menjelaskan, research thinking tidak berarti seluruh mahasiswa harus menjadi peneliti profesional.

Pola pikir berbasis riset, kata dia, perlu menjadi bagian dari proses pembelajaran agar mahasiswa mampu mengidentifikasi persoalan, mengembangkan gagasan, serta merumuskan solusi berdasarkan data dan penelitian.

“Kalau di dalam proses pembelajaran, research thinking itu menjadi penting. Bagaimana juga menyusun future economy itu dengan research thinking,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan dukungan dan apresiasi terhadap upaya UICI dalam mengembangkan kapasitas mahasiswa dan dosen di bidang riset dan inovasi.