Viral Gontor Disebut Tegur Prabowo, Stafsus Menag Gugun Tegaskan Itu Doa dan Nasihat untuk Pemimpin

Politik87 Dilihat

Mudabicara.com_Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar membantah informasi yang ramai beredar di media sosial mengenai Pondok Modern Darussalam Gontor yang disebut memberikan teguran kepada Presiden Prabowo Subianto melalui pembacaan Surah Al-Ahzab ayat 70-73. Menurut Gugun, artikel berjudul “Gontor Menegur Prabowo dengan Al Quran” merupakan informasi palsu yang sengaja dibingkai untuk kepentingan politik.

“Ini adalah hoaks murahan dan fitnah yang dibungkus agama. Jangan bawa-bawa nama besar Gontor untuk framing politik jahat,” kata Gugun dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (27/9/2026), dilansir Antara.

Gugun menerangkan bahwa pembacaan Surah Al-Ahzab dalam agenda tersebut pada dasarnya dimaksudkan sebagai doa sekaligus nasihat yang bersifat universal kepada seorang pemimpin. Pesan tersebut mengingatkan pemimpin untuk selalu menyampaikan perkataan yang benar atau qaulan sadida, bukan dimaksudkan sebagai bentuk sindiran maupun teguran seperti yang disebut dalam artikel yang beredar.

Baca Juga: Tutup Rakor 2026, Kemenimipas Apresiasi ASN yang Berhasil Ciptakan Inovasi

“Saya pastikan, Gontor menyambut Presiden Prabowo dengan penuh hormat, penuh adab sebagai kepala negara. Lantunan Al-Ahzab itu adalah doa dan nasihat universal untuk setiap pemimpin agar senantiasa berkata benar, bukan tamparan seperti yang dipelintir penulis liar itu,” ujarnya.

Gugun turut membantah anggapan yang menuduh Presiden Prabowo telah menyampaikan kebohongan kepada publik. Ia menyebut berbagai kebijakan yang telah dijalankan pemerintah sebagai bukti komitmen serta keberanian Prabowo dalam menjalankan kepemimpinannya.

Sebagai contoh, ia menyebut tindakan pemerintah mengambil kembali sekitar 5 juta hektare kawasan hutan negara yang selama puluhan tahun disebut dikuasai secara ilegal oleh sejumlah pengusaha. Gugun juga menyoroti tindakan pemerintah terhadap dugaan jaringan mafia migas yang dikaitkan dengan Riza Chalid.

“Soal mafia migas, siapa yang berani menyentuh Riza Chalid dan keluarganya selama ini? Tidak ada. Semua takut. Hanya di era Presiden Prabowo, mafia migas itu dikejar habis-habisan, aset-asetnya di luar negeri diburu, orangnya ditetapkan tersangka,” ucap Gugun.

Gugun kemudian menyoroti kebijakan pemberantasan korupsi yang menurutnya dilakukan tanpa membedakan latar belakang pihak yang terlibat. Ia memasukkan persoalan korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pengembalian aset negara dari perkara korupsi oleh Kejaksaan Agung yang nilainya mencapai puluhan triliun rupiah.

Baca Juga: Kemenimipas Paparkan Capaian 15 Program Aksi di Bidang Pemasyarakatan dan Keimigrasian

“Program MBG itu program hati Pak Prabowo untuk anak-anak Indonesia. Tapi ketika ada oknum yang korupsi di dalamnya, bahkan jika itu orang dekat Presiden sekalipun, perintah Presiden jelas: sikat habis, jangan pandang bulu,” tegasnya.

Sementara itu, Gugun menyampaikan sejumlah perhatian pemerintah di bidang pendidikan dan keagamaan. Menurut dia, hal tersebut terlihat dari renovasi sekolah dan madrasah, pembangunan Sekolah Rakyat berasrama yang diberikan secara gratis bagi keluarga miskin ekstrem, serta penyelenggaraan program pendidikan tinggi tanpa biaya.

Kementerian Agama saat ini juga menyiapkan rencana pembentukan Lembaga Pengelola Dana Umat (LPDU). Lembaga tersebut nantinya diarahkan untuk mengoptimalkan potensi wakaf, infak, dan sedekah yang ditargetkan mencapai Rp 1.000 triliun setiap tahun sebagai salah satu upaya memperkuat kemandirian ekonomi umat.

Gugun mengingatkan masyarakat supaya tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang dianggap menyesatkan dan membawa-bawa simbol agama.

“Kalau mau kritik, kritik dengan data, dengan prestasi. Rakyat sudah cerdas. Jangan jual ayat untuk kebencian,” pungkas Gugun.

Baca Juga: Stafsus Menag Gugun Datangi GKPI Mauk Sepatan, Persoalan Akses Ibadah Diselesaikan

Seperti diketahui, dalam perayaan 100 tahun, Gontor melantunkan ayat suci Al-Qur’an saat membuka acara. Hal tersebut kemudian dikaitkan oleh netizen sebagai teguran dari Gontor untuk penguasa.

“Di Pondok Modern Gontor Ponorogo, Prabowo disambut dengan cara yang tidak pernah dilakukan kepada pemimpin yang benar-benar dihormati. Ia tidak disambut dengan puja-puji, ia disambut dengan peringatan keras dari langit: lantunan Surah Al-Ahzab 70-73 tentang perintah bertakwa dan berkata benar,” jelas narasi dalam video yang viral di media sosial.

Video tersebut mengatakan ini bukan penghormatan, melainkan teguran terbuka yang dibungkus adab pesantren. Karena perkataan Prabowo dinilai kasar dan tidak beretika sebagai seorang pemimpin.