Mudabicara.com_Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya dalam merespons isu strategis nasional melalui penyelenggaraan Latihan Kader II (LK II) yang berlangsung pada 28 Januari hingga 4 Februari 2026 di Asrama Haji Yogyakarta. Kegiatan yang dituanrumahi oleh HMI Komisariat FADIB UIN Sunan Kalijaga ini mengangkat tema besar “Reaktualisasi Local Wisdom: Perspektif Epistemologi Islam dalam Mewujudkan Transformasi Ekologi Menuju Indonesia Berperadaban.”
Pembukaan kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. H. Ahmad Bahiej, S.H., M.Hum., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga harmoni antara nilai keagamaan dan tanggung jawab sosial, termasuk dalam isu lingkungan hidup.
Sebanyak 38 peserta dari berbagai komisariat di Yogyakarta seperti UIN Sunan Kalijaga, UII, dan UMY, serta kader dari sejumlah cabang luar daerah seperti Serang, Palembang, dan Lombok Timur, mengikuti rangkaian kaderisasi tingkat lanjut ini. Selama sepekan, peserta mendapatkan penguatan materi ideologis, manajerial, dan analisis sosial yang terintegrasi dengan isu ekologis.
Krisis lingkungan yang semakin kompleks menjadi latar penting diangkatnya tema tersebut. Berbagai fenomena bencana alam dan degradasi lingkungan dinilai tidak lepas dari pola pembangunan yang cenderung eksploitatif dan minim pertimbangan keberlanjutan. Dalam konteks tersebut, HMI memandang perlunya pendekatan alternatif yang tidak hanya teknokratis, tetapi juga berbasis nilai.
Sekitar 20 pemateri dari kalangan akademisi, tokoh, dan alumni HMI turut mengisi forum ini. Salah satu narasumber yang hadir adalah Putra Batubara, Tenaga Ahli Kementerian Haji dan Umrah, yang memberikan perspektif mengenai pentingnya integrasi nilai spiritual dan tanggung jawab sosial dalam kepemimpinan publik.
Ketua Umum HMI Cabang Yogyakarta, Kurniawan Nur Razaq, menegaskan bahwa LK II bukan sekadar forum pelatihan formal, melainkan ruang konsolidasi intelektual dan perumusan arah gerakan.
“Transformasi ekologis tidak bisa dilepaskan dari transformasi paradigma. Ketika nilai-nilai kearifan lokal dan epistemologi Islam dijadikan fondasi, maka pembangunan tidak lagi berorientasi pada eksploitasi, tetapi pada keberlanjutan dan keadaban,” ujarnya.
Baca Juga: Klarifikasi Terlambat, Pernyataan Herman Wibowo Berujung Petaka bagi Direksi Bank DKI
Ia menambahkan bahwa Yogyakarta memiliki warisan nilai budaya yang menjunjung harmoni antara manusia dan alam. Nilai tersebut, jika direaktualisasikan dengan pendekatan keislaman yang menempatkan manusia sebagai khalifah, dapat menjadi dasar kuat dalam membangun kesadaran ekologis kader.
Sementara itu, Ketua Umum HMI Komisariat FADIB UIN Sunan Kalijaga, Deni Kurniawan, menyampaikan bahwa LK II bertujuan melahirkan kader yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki keberpihakan terhadap persoalan umat dan bangsa.
Melalui pelaksanaan LK II ini, HMI Cabang Yogyakarta berupaya menghadirkan kader yang mampu membaca tantangan zaman secara komprehensif dan berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan yang adil, berkelanjutan, serta berorientasi pada peradaban.
