Mudabicara.com_Akhir Pekan ini muda bicara akan memberi ulasan tentang rekam jejak digital di Google.  Sebagai generasi muda, teknologi menjadi kebutuhan primer. Tak jarang orang akan memiliki beberapa akun di google. Entah alasan lupa password atau memang di sengaja. Namun yang di sayangkan, banyak dari kita tidak tahu bahwa  akun-akun tersebut akan menjadi rekam jejak digital. 

Jejak digital adalah segala rekaman jejak perjalanan seseorang yang terekam melalui aplikasi smartphone seperti GPS, media sosial, bahkan email. Jejak digital milikmu adalah kumpulan dokumen digital maupun akun digital yang telah kamu buat atau unggah.

Baca Juga : Sejarah Singkat 1 Muharram Dan Makna Hijrah 

Rekam Jejak Digital

Melihat Fenomena rekam jejak digital tersebut. Baru-baru ini Google mempermudah penghapusan tentang rekam jejak digital. Meskipun para pengguna masih harus melakukan pengaktifkan fitur.

Perusahaan  google mengumumkan bahwa hapus otomatis akan menjadi pengaturan default para penggunanya. Meskipun demikian, setelan “default” ini hanya berlaku untuk akun baru atau akun yang sudah ada yang kemudian mengaktifkan retensi data setelah dinonaktifkan.

Namun hapus otomatis default ini masih memberi Google data pengguna selama tiga tahun, berbeda dengan setelan hapus otomatis manual yang hanya menyimpan data selama tiga bulan.

Google juga mengumumkan bahwa pengaturan privasi dan keamanan akun akan dapat diakses melalui halaman pencariannya. Pengguna juga dapat beralih ke mode Penyamaran Chrome di aplikasi  dengan lebih mudah. Cukup tekan foto profil selama satu atau dua detik.

Mode penyamaran memungkinkan pengguna menjelajahi internet “secara pribadi”, yang berarti Google Chrome tidak akan menyimpan riwayat atau cookie di komputer pengguna sekalian. Namun, ini tidak berarti bahwa situs web yang di kunjungi atau server yang di gunakan pengguna tidak dapat dilihat oleh Google.

Buat Apa Rekam Jejak Digital 

Pengumuman perusahaan Google ini muncul hanya beberapa hari setelah saingannya Apple mengumumkan beberapa fitur privasi baru untuk perangkat lunaknya.

Jika kita memiliki akun Google dan menggunakan produk Google seperti Gmail, YouTube, atau Chrome mungkin kita  akan punya rekam jejak digital yang dapat di akses Google selamanya..

Dalam kasus ini, aktivitas kita saat menggunakan aplikasi dan layanan tersebut dapat dilacak oleh Google. Kemudian data akan digunakan Google untuk menargetkan iklan kepada kita.

Meskipun selama bertahun-tahun, Google telah memperkenalkan kontrol privasi atas data yang kita kirim dan berupaya untuk membuat kontrol privasi tersebut lebih jelas bagi pengguna.

Kita dapat menemukan sebagian besar kontrol privasi ini di setelan akun dengan mengklik “Kelola data & personalisasi Anda”. Dari sana, kita dapat mengklik “Kelola kontrol aktivitas”.

Fitur ini dapat digunakan untuk menyimpan aktivitas web, aplikasi, riwayat lokasi, dan riwayat YouTube.  Google menggunakan fitur ini untuk memberi “Privatisasi atau personalisasi”. Dengan ini kita bisa meminta Google untuk tidak menyimpan apa pun. Jika kita menginginkan privatisasi.

Namun kita juga dapat menghapus data itu secara manual kapan pun kita mau atau dengan menyetelnya ke hapus otomatis setelah jangka waktu yang kita tentukan.

Dengan perubahan yang baru diumumkan, Google mencoba membuat para pengunanya lebih nyaman dengan data pribadi. Dengan membuat penghapusan otomatis lewat pengaturan default untuk web, aktivitas aplikasi, riwayat lokasi, dan riwayat YouTube.

Tampaknya Google juga berupaya untuk memberi tahu bahwa mereka memiliki opsi untuk mengaktifkan hapus otomatis. Halaman pencarian Google, misalnya, sekarang memiliki pemberitahuan dan link ke pengaturan, di bawah kolom pencarian utama.

Yang menarik ialah pengumuman ini dilakukan setelah Apple melakukan pengumuman tentang iOS 14 dan MacOS Big Sur. Pembaruan sistem operasi Apple  mengharuskan pengembang aplikasi untuk memposting pemberitahuan yang jelas dan memberi tahu pengguna apa yang sedang dilacak. Langkah Apple menuju transparansi dan kontrol untuk privasi pengguna ini belum di tawarkan oleh Google di toko Google Play-nya.

Sebagaimana kita tahu data yang dikumpulkan Google tentang penggunanya adalah salah model terbesar bisnisnya.

Selama ini Google dan perusahaan induknya, Alphabet, memperoleh pendapatan miliaran dolar dari iklan. Hal itu didapat dari penentuan target market yang tepat sasaran dan berawal dari data-data pengguna. 

Jadi, meskipun Google telah melakukan beberapa peningkatan dalam privasi dan kontrol pengguna, sulit untuk yakin, jika Google benar-benar peduli tentang menjaga kerahasiaan data mereka.

Dalam konteks ini Google telah ketinggalan dari beberapa kompetitornya seperti Apple. Model bisnis Apple jauh lebih mengandalkan barang dan jasa daripada data dan iklan.

Mengingat betapa relatif sedikit akun yang memiliki fitur hapus otomatis default ini dan sejumlah besar data masih dipertahankan.  Sulit untuk mengatakan seberapa besar perbedaan yang akan dibuat oleh pembaruan Google dalam privasi pengguna.

Tapi itu menunjukkan bahwa perusahaan Google sedang berusaha untuk melakukan perbaikan atau setidaknya membuat kita berpikir bahwa google tidak akan menggunakan rekam jejak digital kita.