Stafsus Menag Gugun Gumilar dan Binali Yıldırım Bahas Penguatan Kemitraan Indonesia-Turkiye

Politik2 Dilihat

Mudabicara.com_Penguatan hubungan pendidikan menjadi agenda utama dalam pertemuan Staf Khusus Menteri Agama RI Bidang Kerja Sama Luar Negeri, Gugun Gumilar, bersama mantan Perdana Menteri Republik Turkiye, H.E. Binali Yıldırım, yang berlangsung di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (25/8/2026).

Dalam kunjungan kehormatan tersebut, Binali Yıldırım datang bersama delegasi untuk bertukar pandangan mengenai sejumlah langkah strategis dalam mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Turkiye.

Kerja sama yang dibahas mencakup sektor pendidikan, kebudayaan, keagamaan, hingga penguatan hubungan antarmasyarakat (people-to-people connection).

Baca Juga: Menguji Janji Manis Kopdes Antara Kesejahteraan Warga dan Potensi Korupsi Massal

Dalam pertemuan tersebut turut hadir Mr. Bülent Yıldırım, Mr. Ramazan Efe DİŞİAÇIK, dan Mr. Emin IŞIK.

Pertemuan ini sejalan dengan arah penguatan hubungan strategis Indonesia dan Turkiye yang terus dikembangkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Presiden Republik Turkiye Recep Tayyip Erdoğan, termasuk di bidang pendidikan, kebudayaan, dan kerja sama antarlembaga.

Gugun menegaskan bahwa Kementerian Agama RI terus memberikan perhatian terhadap pengembangan kerja sama internasional, terutama menyangkut pendidikan keagamaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan dialog antarbudaya dan antaragama.

“Gagasan strategis Presiden Prabowo dalam membangun hubungan yang lebih kuat dengan berbagai negara sahabat menjadi momentum penting untuk memperluas kerja sama yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya melalui pendidikan dan pengembangan generasi muda,” ujar Gugun.

Baca Juga: Pengawasan Imigrasi Diperkuat hingga Tingkat Desa di Sumatera Utara

Salah satu pembahasan yang mengemuka ialah peluang memperluas kerja sama pendidikan, termasuk meningkatkan jumlah pelajar dan mahasiswa asal Indonesia yang dapat melanjutkan pendidikan di Turkiye.

Selain itu, kedua pihak turut membicarakan pengembangan program beasiswa, kemitraan antarperguruan tinggi, serta peningkatan kapasitas guru, santri, dan lembaga pendidikan pesantren.

Saat ini, ribuan pelajar dan mahasiswa Indonesia menempuh pendidikan di Turkiye.

Presiden Prabowo sebelumnya menyampaikan bahwa sekitar 5.000 pelajar Indonesia di Turkiye merupakan bagian penting dari hubungan kedua negara dan menjadi duta budaya Indonesia.

Pembahasan tidak hanya berfokus pada pendidikan formal, tetapi juga mencakup upaya mempererat hubungan antarmasyarakat melalui pertukaran budaya dan pengetahuan.

Baca Juga: Gugun Gumilar Bahas Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keagamaan Indonesia-Rusia

Salah satu usulan yang muncul ialah menghadirkan Turkish Corner di Masjid Istiqlal sebagai sarana edukasi sekaligus diplomasi budaya untuk memperkenalkan sejarah, bahasa, serta kebudayaan Turkiye kepada masyarakat Indonesia.

“Hubungan Indonesia dan Turkiye tidak hanya dibangun melalui kerja sama pemerintah, tetapi juga melalui hubungan manusia, pendidikan, budaya, dan nilai-nilai kemanusiaan. Pelajar, guru, santri, dan komunitas keagamaan memiliki peran penting sebagai jembatan persahabatan kedua bangsa,” ucap Gugun.

Melalui pertemuan tersebut, Kementerian Agama RI berharap hubungan Indonesia-Turkiye semakin berkembang sebagai kemitraan yang berorientasi pada pendidikan, perdamaian, dan pembangunan masyarakat yang inklusif.

Tulisan Terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *