Mudabicara.com_ Presiden Filipina Rodrigo Duterte hendak mengirim kapal angkatan laut untuk klaim wilayahnya di Laut China Selatan. Ia mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan pengiriman kapal angkatan laut ke Laut China Selatan untuk mengklaim sumber daya minyak dan mineral di wilayah yang disengketakan.

Duterte menegaskan dia tidak lagi berminat terkait dengan urusan perikanan laut. Kini ia lebih tertarik mengurusi minyak dan tambang. Beberapa media menjadikan kabar ini sebagai berita utama. Salah satunya Kantor Berita Reuters memuat berita dengan judul Philippines’s Duterte Would Send Navy Ships in South China Sea to Assert Claim over Resources.

BACA JUGA : MENGENAL KEBIJAKAN PRESIDEN BJ HABIBIE 

Secara spesifik di laman Inquires.net, Duterte bertanya kepada Menteri Pertahanan bisakah kita mengirim kapal ke Spratly Islands? Bila menyebut Spratly Islands maka ada beberapa aktor di dalam konflik ini yaitu China, Vietnam, Malaysia,Brunei, dan Filipina.

Pernyataan Duterte ini juga akan membuat sejumlah negara memonitor kelanjutannya seperti oleh Amerika Serikat dan ASEAN.

Akan tetapi pernyataan ini kemungkinan tidak akan berdampak signifikan pada perkembangan konflik di Laut China Selatan. Pernyataan Duterte ini hanyalah upaya menjawab keraguan publik Filipina yang mengatakan ia terlalu lembek berhadapan dengan China.

Beberapa kritik itu antara lain dari kalangan parlemen dan  mantan pejabat yang menyatakan Duterte terlalu mengakomodasi “agresi” China di Laut China Selatan. Pemerintahan Duterte sepertinya terpojok dengan kritik itu hingga ia muncul ke publik untuk membahas masalah Laut China Selatan.

Pernyataan Duterte sendiri terkesan setengah-setengah. Rencana pengiriman kapal memang memberi kesan galak namun dikalimat berikutnya ia ingin tetap berteman dengan China.

Kasus ini tidak akan memberikan pengaruh pada ASEAN dan Indonesia karena pernyataan Duterte hanya sekedar menenangkan para pengkritiknya. Pernyataan presiden Filipina seakan hanya sekadar bunga-bunga politik dalam negeri Filipina saja.

Meski demikian ASEAN perlu mencermati kedekatan Filipina dengan China. Aliansi Filipina dengan China sangat mungkin mulai terbangun dan hal ini akan mempengaruhi keamanan kawasan itu.

 

Penulis : Andreas Maryoto