Kasus Andrie Yunus Diselidiki, TNI Janjikan Proses Transparan

Hukum32 Dilihat

Mudabicara.com_Markas Besar TNI kini tengah menjalankan proses investigasi dari internal mereka terkait insiden penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Langkah ini diambil sebagai respons atas berkembangnya dugaan di tengah publik yang mengaitkan peristiwa tersebut dengan keterlibatan oknum prajurit.

“Pada kesempatan yang baik ini juga, saya melihat ya, menyikapi perkembangan situasi yang ada, di mana mungkin salah satunya tentang kejadian penganiayaan terhadap saudara AY. Di mana kita lihat ada opini yang berkembang di masyarakat, diduga pelakunya adalah dari TNI,” ungkap Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah kepada wartawan di Balai Puspen TNI, Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2026).

Pihak TNI menegaskan bahwa sejak awal kejadian, mereka telah bergerak melakukan penelusuran internal. Proses ini diklaim dijalankan secara profesional dan terbuka, meski publik diminta untuk bersabar menunggu hasilnya.

“Perlu saya sampaikan bahwa semenjak kejadian, TNI sudah merespons dengan melakukan penyelidikan secara internal. Dan saya mohon kepada kawan-kawan wartawan bersabar, karena kita TNI bekerja dengan profesional dan transparan,” lanjutnya.

Baca Juga: PW Matahari Pagi DKI Jakarta dan Karang Taruna Tebet Barat Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim

Kapuspen TNI juga kembali mengimbau agar semua pihak tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. Ia memastikan bahwa perkembangan terbaru dari penyelidikan akan disampaikan kepada publik pada waktunya.

“Jadi kepada kawan-kawan wartawan dimohon untuk bersabar, nanti kita akan update. Dan tentunya sekali lagi, kita akan bekerja secara profesional dan transparan tentang kejadian tersebut. Itu yang perlu saya sampaikan, terima kasih,” ujarnya.

Dalam penjelasannya, TNI turut menyoroti adanya dugaan keterlibatan prajurit dalam kasus tersebut. Penyelidikan dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi dan mencegah spekulasi liar terus berkembang di masyarakat.

“Tentunya dengan adanya yang berkembang di masyarakat, kita akan menyelidiki tentang dugaan yang prajurit TNI. Sehingga harapannya ketika nanti ini akan kita lihat perkembangannya dan akan kita sampaikan kepada kawan-kawan wartawan. Karena tentunya kita tidak ingin opini yang berkembang ini menjadi opini yang berkembang di masyarakat. Harapannya ini akan kita sampaikan kemudian,” tegasnya.

Di sisi lain, pemerintah melalui Istana Negara juga telah menyampaikan sikap atas kejadian tersebut. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap insiden yang dialami Andrie Yunus.

Pras mengungkap instruksi Presiden Prabowo Subianto agar kasus diusut objektif dan terbuka.

“Ya tentu kita sangat prihatin dengan kejadian itu dan sebagaimana sudah disampaikan Bapak Kapolri, Bapak Presiden memerintahkan untuk diusut secara objektif, terbuka, dan secepat-cepatnya gitu,” kata Pras kepada wartawan di kantor Kemhan, Jakarta Pusat, Selasa (17/3).

Baca Juga: Direktur NIC Mahfut Khanafi Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS

Komitmen penuntasan kasus juga ditegaskan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Ia menyatakan telah menerima arahan langsung dari Presiden untuk menuntaskan perkara tersebut secara profesional dan transparan.

“Terkait dengan perkembangan dari penyerangan aktivis, saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional, transparan,” ujar Jenderal Sigit kepada wartawan usai meninjau arus mudik di Stasiun Besar Surabaya Gubeng, Jawa Timur, Minggu (15/3).

Lebih lanjut, Kapolri menjelaskan bahwa pendekatan ilmiah akan digunakan dalam mengungkap kasus ini. Saat ini, tim masih fokus mengumpulkan berbagai informasi yang nantinya akan dianalisis secara mendalam.

“Langkah-langkah yang kita lakukan tentunya tetap mengedepankan scientific crime investigation. Saat ini kita sedang melakukan pengumpulan informasi-informasi, dan informasi-informasi tersebut nantinya akan kita dalami satu per satu,” tuturnya.

Tulisan Terkait: