Kunjungi Dua Kampus Top Jerman, Dosen FITK UIN Sunan Kalijaga Inisiasi Kolaborasi Riset Internasional

Pendidikan1 Dilihat

Mudabicara.com_Dalam upaya memperluas dan memperkuat jejaring akademik internasional, Ketua Program Studi Pendidikan Kimia UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr. Paed. Asih Wisudawati, melaksanakan kunjungan kerja ke dua perguruan tinggi terkemuka di Jerman, yakni Humboldt-Universität Berlin (HU-Berlin) dan Freie Universität Berlin (FU-Berlin), pada tanggal 8–9 Juni 2026.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda diskusi akademik yang dilaksanakan di sela program joint research yang sedang dijalani oleh Dr. Paed. Asih Wisudawati dengan dukungan pendanaan dari Leibniz Center for Science and Society (LCSS), Leibniz University Hannover, Jerman. Pertemuan ini bertujuan untuk bertukar gagasan penelitian mengenai isu keberlanjutan (sustainability) serta pendekatan berpikir sistem (systems thinking) yang ditujukan bagi generasi muda.

Eksplorasi Pemanfaatan Limbah Pertanian di HU-Berlin

Dalam kunjungannya ke HU-Berlin yang dipimpin oleh Professor Rüdiger Tiemann, Dr. Paed. Asih Wisudawati mempresentasikan berbagai inovasi yang telah dikembangkan oleh rekan-rekan akademisi di Program Studi Pendidikan Kimia UIN Sunan Kalijaga. Beberapa inovasi tersebut mencakup penelitian terapan mengenai pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan baku bioplastik, inhibitor korosi, bahan tambahan pupuk, hingga bio-battery.

Baca Juga: Dasco Bahas Kondisi Pasar Modal Bersama Himbara dan Perwakilan Pemerintah

Selain memaparkan desain eksperimen tersebut, beliau juga memperkenalkan proyek pengembangan instrumen literasi dan kesadaran keberlanjutan (Sustainability Awareness) yang dalam waktu dekat direncanakan untuk dipresentasikan di Turki.

Pemaparan tersebut memperoleh respons positif dari pihak HU-Berlin. Kelompok riset yang berada di bawah koordinasi Prof. Tiemann menyampaikan minatnya untuk membangun kerja sama yang lebih konkret, terutama dalam mendukung proses validasi instrumen penelitian yang saat ini sedang dikembangkan.

Pendekatan Berpikir Sistem bagi Generasi Muda di FU-Berlin

Agenda diskusi ilmiah kemudian berlanjut di FU-Berlin. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Paed. Asih Wisudawati menjelaskan pentingnya pengembangan keterampilan berpikir tingkat sistem bagi generasi muda, baik yang masih berstatus sebagai peserta didik maupun kelompok Not in Education, Employment, or Training (NEET) atau penganggur tertutup.

Dalam fokus penelitian tersebut, penerapan keterampilan berpikir tingkat sistem diarahkan dan dibatasi pada konteks mitigasi kerusakan laut serta upaya pelestarian lingkungan hidup.

Baca Juga: Persija Resmi Gandeng Shin Tae-yong untuk Mengarungi BRI Super League 2026-2027

Inisiasi Kolaborasi Internasional FITK UIN Sunan Kalijaga

Rangkaian kunjungan ke dua universitas di Jerman tersebut menjadi langkah awal yang strategis dalam membangun kerja sama internasional bagi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga. Hal ini semakin penting mengingat kedua universitas yang dikunjungi merupakan institusi pendidikan tinggi bereputasi global yang termasuk dalam jajaran 100 universitas terbaik dunia berdasarkan Times Higher Education (THE) World University Rankings.

Kolaborasi penelitian yang dibangun melalui metode brainstorming ini membuka peluang yang luas untuk melibatkan berbagai disiplin ilmu yang ada di lingkungan FITK. Sebagai tindak lanjut, fakultas akan melakukan pemetaan terhadap dosen-dosen yang memiliki kompetensi serta latar belakang keilmuan yang relevan guna dilibatkan secara langsung dalam kerja sama dengan HU-Berlin dan FU-Berlin, khususnya pada kegiatan validasi instrumen penelitian dan pengembangan praktik keterampilan berpikir tingkat sistem.

Baca Juga: Jokowi Tanggapi Pledoi Nadiem Makarim, Tegaskan Kebijakan Menteri Berasal dari Arahan Presiden

Dukungan Dekan FITK

Pada kesempatan terpisah, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Prof. Dr. Sigit Purnama, menyampaikan rasa bangga atas capaian yang diraih oleh Dr. Paed. Asih Wisudawati. Beliau memberikan apresiasi yang tinggi sekaligus dukungan penuh terhadap berbagai upaya pengembangan yang telah dilakukan.

Menurut Prof. Sigit, capaian tersebut menunjukkan bahwa kapasitas akademik dosen FITK telah memperoleh pengakuan di tingkat global. Selain itu, keberhasilan ini dinilai sejalan dengan visi fakultas untuk terus memperkuat keunggulan institusi dalam rangka meraih rekognisi internasional.

Tulisan Terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *