Mudabicara.com_ Eskalalasi persaingan di laut cina selatan semakin meningkat di awal 2021 manuver militer coba di pertontonkan menjadikan isu laut cina selatan menjadi mencekam.

Diawali dengan cina yang mengadakan gelar ujicoba rudal di laut cina selatan yang beritakan dari liputan6.com (21/01/2021) di lanjutkan dengan berita pemerintah amerika yang mendukung negara – negara asia tenggara dalam masalah konflik laut cina selatan, “Administrasi Joe Biden menggaris bawahi bahwa Amerika menolak klaim Cina soal Laut Cina Selatan.

Mereka telah melewati batas zona maritim yang boleh diklaim menurut aturan internasional,” ujar Kementerian Luar Negeri Amerika dalam keterangan persnya, Kamis, 28 Januari 2021. dikutip dari laman tempo.co (28/01/2021) perebutan wilayah laut cina selatan sudah tidak menjadi isu regional lagi tapi sudah menjadi isu global.

Pertarungan dua kekuatan negara didunia yang memiliki ideolagi yang berbeda akan menciptakan blok – blok tersendiri di ASEAN dan ini akan menciptakan disharmonisasi kawasan ASEAN.

Indonesia sendiri sudah menegaskan posisinya seperti yang diutarakan oleh Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Achmad Riad menegaskan, TNI tidak memihak ke Cina dan Amerika Serikat terkait polemik laut cina selatan “Terkait dengan kebijakan posisi kita, karena kita menganut bebas aktif, maka kita tidak ikut mereka.

Kalau dulu misalkan ada Nonblok, kalau yang jelas sekarang kita memiliki kebijakan negara kita sendiri, sehingga kita tidak mengikut kemana-mana,” kata Riad kepada wartawan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu 10 Maret 2021. Posisi ini adalah yang terbaik mengingat banyaknya kepentingan nasional kita yang berhubungan dengan cina maupun amerika.

 

Oleh : Sulaeman