Nusantara Impact Center Gelar Diskusi: Mengkaji Potensi Kriminalisasi dalam Kasus Perbankan

Ekonomi10 Dilihat

Mudabicara.com_ Nusantara Impact Center menyelenggarakan diskusi publik bertajuk “Membaca Peluang Kriminalisasi dalam Kasus Perbankan di Indonesia” sebagai bagian dari komitmen memperkuat wacana kritis mengenai tata kelola ekonomi dan sistem keuangan nasional. Kegiatan ini menghadirkan ekonom Awalil Rizky sebagai narasumber utama dan diikuti oleh mahasiswa, akademisi, serta pegiat kebijakan publik, Sabtu (31/01).

Diskusi ini membedah dinamika sektor perbankan dari perspektif hukum dan ekonomi, dengan menyoroti keterkaitan antara kebijakan negara, stabilitas sistem keuangan, dan kepercayaan publik. Peran lembaga pengawas seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut menjadi perhatian, terutama dalam menjaga independensi dan integritas pengawasan di tengah berbagai kepentingan yang berkembang.

Baca Juga: DIMULAI DARI KOTAK SUARA (4): Kesalahan Pemilih, Rakyat Sebagai Subjek yang Lalai

Dalam paparannya, Awalil Rizky menekankan bahwa fondasi utama sistem keuangan adalah kepercayaan (trust). Ia menjelaskan bahwa uang dan sistem perbankan dapat berfungsi karena adanya keyakinan masyarakat bahwa instrumen tersebut dapat digunakan dan dipertanggungjawabkan.

“Uang itu sumbernya adalah trust. Kita percaya uang bisa dibelanjakan kembali. Begitu juga rekening bank, orang percaya dana yang disimpan dapat diambil dan digunakan kapan saja,” ungkapnya.

Ia juga mengkritisi praktik pengelolaan ekonomi yang dinilai belum sepenuhnya mengedepankan prinsip kehati-hatian dan objektivitas. Menurutnya, keputusan ekonomi yang dipengaruhi pertimbangan subjektif berpotensi menciptakan ketidakpastian hukum, termasuk membuka ruang bagi munculnya praktik kriminalisasi dalam kasus-kasus perbankan.

Baca Juga: Pergantian Pimpinan OJK, Layanan dan Pengawasan Tetap Berjalan Optimal

Lebih lanjut, Awalil menyoroti bahwa meskipun sektor perbankan dikenal sebagai sektor yang sangat diatur (highly regulated), intervensi tetap mungkin terjadi, bahkan terhadap lembaga pengawas. Oleh karena itu, penguatan tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas menjadi kunci dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Nusantara Impact Center menegaskan bahwa forum ini merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran kritis masyarakat mengenai relasi kuasa dalam kebijakan ekonomi dan implikasinya terhadap keadilan hukum. Melalui diskusi ini, diharapkan tercipta ruang dialog yang konstruktif demi mendorong sistem perbankan yang lebih adil, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Tulisan Terkait: