Mudabicara.com_ Sejak tahun 1980, Australia sudah melakukan Operation Gateway udara di wilayah Laut Cina Selatan dan Samudera Hindia. Dalam hal ini, Australia secara teratur melakukan kegiatan patroli angkatan laut ataupun latihan militer bersama. Australia memiliki kepentingan yang signifikan di Laut Cina Selatan, baik secara ekonomi, perdagangan dan navigasi. Secara geopolitik, karena Amerika Serikat berinvestasi dalam menegakkan tatanan berbasis aturan di kawasan tersebut. Sedangkan Australia juga merupakan sekutu dan aliansi Amerika Serikat dalam kawasan Indo-Pasifik. Sehingga Australia memiliki tekanan yang besar dari AS untuk turut serta dalam menjaga perdamaian dan kepentingan sekutu di Laut Cina Selatan (lowyinstitute, 2021).

Secara geografis, Laut Cina Selatan berbatasan dengan Brunei, Kamboja, Cina, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam. Laut Cina Selatan memainkan peran penting dalam geopolitik Indo-Pasifik. Karena merupakan pintu gerbang perlintasan perdagangan dan pengiriman yang penting dan strategis di kawasan Indo-Pasifik dan memiliki sumber daya alam yang melimpah. Laut cina selatan menjadi sengketa internasional, dimana beberapa Negara yang terdiri dari Taiwan, Vietnam, Filipina, Cina, dan Malaysia telah mengklaim wilayah tersebut merupakan bagian dari kedaulatan Negara mereka (lowyinstitute, 2021).

Kehadiran Australia dalam menjaga stabilitas kawasan tersebut memiliki dampak terhadap Negara-negara ASEAN yang merupakan mitra strategis geopolitik Australia. Australia harus menjaga pengaruhnya di kawasan Asia Tenggara agar tidak kalah oleh Cina (Tow, 2017). Dalam konteks Negara-negara anggota ASEAN, Australia memiliki hubungan yang baik dengan Indonesia dalam menciptakan perdamaian dikawasan Laut Cina Selatan. Karena kedua Negara ini merupakan pihak yang tidak memiliki klaim atas sengketa wilayah tersebut. Adapun hal-hal yang dapat dilakukan kedua Negara adalah kerjasama dalam melakukan patroli laut untuk menghindarkan penangkapan ikan illegal dan pembajakan. Sehingga, hal-hal yang dapat memantik perpecahan dapat diminimalisir.

 

Oleh : Rifkah Nurullita