Mudabicara.com_Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam pada awal sesi perdagangan hari ini, Jumat (29/8), di tengah meningkatnya ketidakpastian situasi dalam negeri selama sepekan terakhir.
Merujuk pada data RTI Business, IHSG sempat terkoreksi hingga 1,24% ke posisi 7.853 pada pukul 09.05 WIB.
Tekanan jual berlanjut, dan hingga pukul 09.53 WIB, indeks masih berada di zona merah dengan penurunan 1,03% ke level 7.870.
Beberapa saat kemudian, pelemahan semakin dalam, dengan IHSG tergerus hingga 1,99% ke angka 7.793.
Baca Juga: Ketua Umum Hima Kosgoro 1957 Kecam Polri Atas Tragedi Ojol Tewas Terlindas Saat Demo
Kondisi pasar menunjukkan tren negatif, dengan 618 saham mengalami penurunan, hanya 103 saham yang mencatat kenaikan, dan 74 lainnya tidak mengalami perubahan.
Biang Kerok IHSG Rontok
Nafan Aji Gusta Utama, Senior Investment Information di Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menyampaikan bahwa kondisi politik dan keamanan yang terjadi hari ini memberikan tekanan signifikan terhadap pergerakan IHSG.
Ia mengungkapkan, sejumlah elemen mahasiswa dan kelompok masyarakat dijadwalkan menggelar demonstrasi di berbagai lokasi strategis, termasuk di Polda Metro Jaya dan Gedung DPR RI.
“Adapun IHSG pada hari ini dibuka melemah karena berkaitan erat dengan adanya aksi demonstrasi belakangan ini, terutama pada hari ini,” ungkap Nafan kepada detikcom, Jumat (29/8/2025).
Menurut Nafan, pergerakan IHSG pada bulan September cenderung menunjukkan tren menurun atau berada dalam fase bearish.
Ia juga mencatat bahwa pola pelemahan ini secara historis terjadi hampir setiap tahun selama lima tahun terakhir.
Meski demikian, Nafan optimistis bahwa dalam beberapa bulan mendatang, IHSG berpotensi kembali menguat.
“Kinerja IHSG pada September selama 5 tahun terakhir rata-rata tergolong bearish. Namun Oktober hingga Desember bisa tergolong bullish,” terangnya.
Baca Juga: Gugatan Wakil Menteri Rangkap Jabatan Komisaris, MK Bacakan Putusan Hari ini
Aksi Jual Investor Asing
Selain dipengaruhi oleh ketegangan politik dan keamanan dalam negeri, penurunan IHSG hari ini juga dikaitkan dengan munculnya sinyal aksi jual dari investor asing atau net foreign sell.
Menurut analisis pasar dari Phintraco Sekuritas, tren negatif masih terlihat melalui lanjutan terbentuknya histogram merah pada indikator MACD.
“IHSG membentuk long upper shadow yang mengindikasikan adanya tekanan jual, sehingga kami memperkirakan IHSG berpotensi melemah menuju support level 7900 pada perdagangan Jumat,” tulis analisis Phintraco Sekuritas.