Jak Lingko:Jakarta Merajut Nusantara

Muda Talks567 Dilihat

Mudabicara.com_ Bukan hanya kawan seperti Pandji Pragiwaksono, atau Ahmad Dhani yang memuji revolusi transportasi di Jakarta era Anies.

Bahkan lawan oposisi seperti William Aditya Sarana dari PSI dan Prasetyo Edi Marsudi politisi PDI-P pun memuji Anies. Mereka yang mengedepankan akal sehat pasti akan takjub dengan narasi dan cara kerja Jak Lingko.

Well… what is Jak Lingko ? kebanyakan dari kita belum mafhum dengan Lingko. Sampai Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan mempopulerkan istilah Lingko yang dipadankan dengan kata Jak untuk Jakarta menjadi Jak Lingko. Anies memang tak ubahnya kamus kata-kata yang berjalan.

BACA JUGA : Gaya Kepemimpinan Situasional, Pengertian, Ciri dan Manfaatnya

Arti Kata Jak Lingko

Kata Lingko berasal dari peradaban Manggarai. Tentu Manggarai yang ini bukan manggarai Jakarta Selatan melainkan Manggarai di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Lingko adalah sistem pengairan Sawah yang terintegrasi menghubungkan satu Sawah dengan Sawah yang lain. Lingko seperti jejaring Laba-Laba, ia menghubungkan sistem pengairan lahan pertanian.

Filosofi, narasi dan cara kerja Lingko ditransformasi Anies ke sistem transportasi Jakarta. Jak Lingko, mengintegrasikan seluruh moda transportasi di Jakarta dan membentuk jejaring transportasi yang terintegrasi seluruh Jakarta.

LRT, Trans Jakarta, Angkot, ojek online, pesepeda dan pejalan kaki, kini terintegrasi baik transportasinya juga sistim pembayarannya.

BACA JUGA : Apa itu Arti Safe Flight? Pengertian dan Contoh Ucapan Lainnya

Sampai dengan tahun 2019 ada 3.359 angkot yang diintegrasikan dalam Jak Lingko. Perluasan Jak Lingko sampai ke kampung-kampung Jakarta. Kampung yang sebelumnya tidak terjangkau kendaraan umum.

Angkot Jek Lingko juga adalah angkot dengan standard pelayanan yang sempurna, ber AC dan baru. Menariknya juga Jak Lingko tidak seperti angkot-angkot sebelumnya di Jakarta.

Cara kerja Jek Lingko tidak berdasarkan jumlah penumpang tetapi berdasarkan rute dan jauh perjalanan setiap harinya Jak Lingko.

Pihak PT. Trans Jakarta akan membayar kepada penyedia jasa Jak Lingko sesuai dengan panjang rute perjalanan. Jadinya, Jak Lingko tidak mengenal kebiasaan “ngetem” di jalan atau terminal berjam-jam.

Biasanya penumpang, apalagi Emak-emak paling emosional kalau ada angkot yang ngetem lama. Hal ini terpaksa dilakukan Sopir karena tidak mau rugi berjalan dengan penumpang yang hanya satu sampai tiga orang.

Jak Lingko Dan Kebahagian Warga Jakarta

Solusi dari Jak Lingko membuat senang penumpang terutama emak-emak dan juga Abang sopirnya terpuaskan. Dengan pembayaran berdasarkan panjang rute dalam sehari maka sopir Jak Lingko tidak boleh ngetem.

Roda Jak Lingko harus terus berputar, menyesuaikan antara rute, jauh per kilometer, dan waktu yang ditentukan.

Keistimewaan lain dari Jak Lingko adalah Jak Lingko dengan sistem pembayaran terintegrasi, menggunakan e-money.

Pembayaran sekali jalan Jak Lingko terintegrasi dengan moda transportasi umum lainya hanya sekali tab dalam rentang waktu tiga jam perjalanan cukup membayar Rp.5.000 untuk integrasi Jak Lingko dan Trans Jakarta.

BACA JUGA : 13 Puisi Cinta W.S Rendra Yang Wajib Anak Muda Baca

Dalam transportasi Jakarta, terdapat tiga hal penting yang selama ini semrawut dan kebijakannya berjalan masing-masing yakni manajemen, rute, dan pembayaran.

Dengan Jak Lingko maka terintegrasi ketiga hal penting transportasi yakni, integrasi manajemen, integrasi rute dan integrasi pembayaran.

Praktis saja pengguna transportasi umum di Jakarta meningkat dari persentase warga Jakarta yang tinggal dalam radius 500 meter dari titik perhentian angkutan umum meningkat dua kali lipat dari 42 persen pada tahun 2017, menjadi 83 persen pada 2021 dan di tahun 2022 menjadi 95%.

Keberhasilan menata transportasi Jakarta, memperoleh penghargaan Sustainable Transport Award 2021. Jakarta bahkan mengalahkan kota-kota besar dunia lainnya, seperti Auckland, Bogota, Buenos Aires, Charlotte, Frankfurt, Moscow, San Francisco dan Sao Paulo.

Indonesia patut berbangga. Kita berharap gagasan dan cara kerja yang baik ini juga menjadi lokomotif bagi integrasi dan kenyamanan transportasi di Indonesia. Begitulah arti jak lingko sebenarnya. Selamat menikmati Jakarta.

Tulisan Terkait: