Mudabicara.com_Agustus telah tiba, bulan dimana seluruh rakyat Indonesia merayakan kemerdekaan. Bulan yang mengartikan bahwa Indonesia diakui sebagai bangsa dan negara yang berdiri sendiri. Maka tak heran jika di setiap bulan Agustus masyarakat selalu merayakan dengan penuh suka cita.

Berbagai simbolisasi dan kegiatan dilakukan mulai dari memberi warna merah putih pada gapura, memasang bendera, mebuat karnaval budaya serta kegiatan-kegiatan perlombaan khas 17-an. Semua itu dilakukan guna mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang dengan keras dalam meraih kemerdekaan.

 

“Mengingat masih masa pandemi maka kegiatan perlombaan ditunda terlebih dahulu, namun pemasangan bendera tetap dilaksanakan, sebab untuk mengingatkan kepada warga agar tetap berkhidmat pada jasa-jasa pahlawan” kata Yusuf Abdullah ketua Paguyuban Pemuda Irtansa,Pandak, Ponorogo pada mudabicara, senin (3/8/2020)

Yusuf menegaskan bahwa memperingati perjuangan para pahlawan seharusnya tidak hanya diperingati setahun sekali dan identik dengan kegiatan seremonial saja. Perjuangan kemerdekaan tersebut harus mampu kita maknai, khususnya oleh generasi muda kaum terpelajar sebagai agen perubahan yang memiliki tanggungjawab pula untuk melanjutkan perjuangan kemerdekaan serta mempertahankannya.

“Di hari kemerdekaan yang ke-75 pemerintah mengambil tema “Indonesia Maju”,tentu harapan kami yang tinggal jauh dari ibu kota yakni adanya pemerataan informasi dan akses agar kami yang di desa juga ikut maju” Tambahnya.

Baca juga : https://mudabicara.com/melanjutkan-kontestasi-sugiri/

Merayakan kemerdekaan memang tidak berarti hanya mengenang dan menumbuhkan rasa nasionalisme.Namun bagaimana negara mampu hadir dalam setiap lini kehidupan masyarakat. Sebab hari ini negara absen dalam menyejahterakan serta memakmurkan rakyat khususnya di desa.

“semoga dengan memperingati kemerdekaan, pemerintah khususnya pemerintah desa mampu membaca potensi pemuda sehingga kami bisa berkarya, berkreasi serta berinovasi, tentu dengan pemberdayaan dan bimbingan dari pemerintah desa, sebab sampai hari ini belum ada” Pungkasnya.