Mudabicara.com_ China semakin berkuasa di Perairan lautan China selatan, perairan yang mencakup banyak negara ASEAN Dan menyimpan perikanan yang mengiurkan, bahkan beberapa fenomena yang dapat dilihat persengolan antara kapal militer Amerika dan China menjadi insiden polemik di perairan perbatasan, bukan saja kapal militer amerika yang berusaha memasuki laut china selatan, akan tetapi banyak beberapa kapal militer dari wilayah ASEAN yang berusaha memasuki perairan Laut China Selatan. Dan Sikap pemerintahan Indonesia menolak penyebutan wilaya perbatasan Laut China selatan dan mempunyai istilahnya sendiri nyaitu laut nathuna utara.

Sikap china semakin agresif terhadap perbatasan di lautan. Hal itu di buktikan dengan laporan masuknya kapal  pencuri ikan yang di kawal penjaga pantai china di Zona Ekonomi  Eksklusif (ZEE) perairan nathuna. Mereka mengeclam bahwa perairan yang sedang mereka masuki adalah bagian dari wilayah perairan China. China sengaja melakukan hal ini karena bagian dari upaya kekuasaan untuk meningkatkan signifikan di laut china selatan. Melihat upayah china yang tak kunjung mundur dari wilaya perbatasan sengketa. Akan tetapi pada awalnya Indonesia tidak mau begitu saja terpancing terhadap sikap agresif china. Indonesia lebih memilih untuk melakukan perundingan ringan terhadap kapal china yang memasuki perbatasan.

Namun hal itu tidak lah cukup untuk china. Sehinga pemerintah Indonesia melalui kementrian luar negri juga telah berkomunikasi dengan wakil duta china di Jakarta untuk meminta klarifikasi atas aksi pelanggaran yang telah dilakukan oleh penjaga pantainya tersebut. Dan implikasi konflik claim terhadap Nathuna banyak melibatkan negara-negara Claimants di Kawasan ASEAN. Dalam kunjungan Jokowi menegaskan tidak ada lagi perdebatan atas kepemilikan Nathuna. Presiden berkata Nathuna milik Indonesia

 

Oleh : Anisah