Mudabicara.com_Sebanyak 18 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kaimana Papua Barat melakukan mogok kerja. Mogok kerja itu dimulai pada Jumat (11/12/2020) lantaran Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana tidak memberikan solusi terkait makin bertambahnya petugas Kesehatan yang terinfeksi positif Covid-19.

BACA JUGA : PEMERINTAH TERUS BERIKAN PERHATIAN KEPADA SISWA DARI KELUARGA TIDAK MAMPU

Petugas Nakes RSUD Kaimana berinisial BW mengungkapkan bahwa hingga saat ini, jumlah Nakes yang terinfeksi positif Covid-19 sebanyak 5 orang dengan rincian 4 orang perawat dan 1 Dokter. BW mengaku bahwa pihaknya sudah mencoba bersurat kepada Dinas Kesehatan dan pimpinan RSUD Kaimana untuk membahas terkait solusi apa yang terbaik terkait bertambahnya petugas yang terinfeksi positif Covid-19. Sayangnya, tidak digubris oleh Dinas Kesehatan.

“Menyusul makin bertambah pasien Covid-19 yang di dalamnya juga termasuk petugas kesehatan dan dokter maka pihak IGD menyurati ke kepala RSUD dan ke Kadis Kesehatan. Namun tidak ada solusi hingga akhirnya pihak IGD memutuskan untuk stop pelayanan guna mencegah makin bertambahnya crew IGD yang positif dan juga mencegah kelelahan karena jam jaga pasti bertambah karena menutup shift teman lain yang sedang isolasi karena covid,” kata BW di Kaimana pada Jumat (11/12/2020).

Lebih lanjut, BW menuturkan bahwa mogok kerja tersebut tidak ada hubungannya dengan insentif dari Pemerintah Kabupaten Kaimana. Akan tetapi murni karena kekhawatiran bertambahnya Nakes yang terinfeksi Covid-19.

“Tidak ada hubungan dengan insentif dan Pilkada. Karena paetugas bertambah yang positif covid perawat dan dokter jadi ditutup. Kami sudah menyurt ke direktur dan juga kepala dinkes. Tapi sampai sekarang solusinya tidak dapat diselesaikan makanya kami shutdown IGD mencegah bertambahnya jumlah crew yang terinfeksi dan mencegah terjadi down mental dari Nakes karena bisa jaga melewati jam jaga biasanya karena harus menutup shif teman-teman yang sedang isolasi mandiri,” ungkapnya.

Diketahui, sebanyak 44 orang yang terkena Covid-19 dan 1 orang meninggal dunia. Sebanyak 5 orang diantarannya adalah Tenaga Kesehatan.