Stafsus Menag Tegaskan Nasaruddin Umar Tak Maju sebagai Ketum PBNU

Politik34 Dilihat

Mudabicara.com_Prof. Nasaruddin Umar menegaskan pilihannya untuk tetap menjalankan amanah yang tengah diembannya sebagai Menteri Agama RI sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal. Karena itu, namanya tidak masuk dalam kontestasi pemilihan calon ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar mengatakan, Nasaruddin Umar tak akan mencalonkan diri sebagai kandidat Ketum PBNU. “Beliau konsentrasi fokus kerja di Kemenag,” kata Gugun Kamis (27/8/2026).

Pemilihan ketua umum PBNU periode 2026 – 2031 menjadi salah satu agenda Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Muktamar ke-35 NU resmi dibuka Presiden Prabowo Subianto pada Kamis sore di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang Jawa Timur. Sejumlah tokoh dan menteri turut hadir dalam pembukaan Muktamar ke 35 NU.

Baca Juga: Stafsus Menag Gugun Gumilar dan Binali Yıldırım Bahas Penguatan Kemitraan Indonesia-Turkiye

Dalam sambutannya Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rasa hormatnya terhadap jasa para ulama dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Ia mencetuskan semboyan Jas Hijau sebagai penghormatan kepada para ulama.

Prabowo menjelaskan, Kemerdekaan RI memang diproklamasikan di Jakarta oleh Soekarno dan Hatta pada 17 Agustus 1945. Namun, kemerdekaan Bangsa Indonesia diuji di Surabaya dalam pertempuran sengit pada Oktober-November 1945.

“Peran dari ulama, peran dari kiai-kiai, peran daripada pesantren sangat besar. Karena itu, saya ingin kalau pernah, kalau tidak salah Bung Karno ya mengatakan ‘Jasmerah’. Jangan sekali-sekali melupakan sejarah. Saya ingin menyampaikan ‘Jas Hijau’. Jangan sekali-sekali melupakan jasa ulama,” jelas Prabowo dalam pidatonya yang dikutip detikJatim dari Official Channel Muktamar ke-35 NU, Kamis (27/8/2026).

Tulisan Terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *