Prasetyo Hadi Buka Suara soal Isu Thomas Djiwandono Masuk Jajaran Deputi Gubernur BI

Politik21 Dilihat

Mudabicara.com_Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan tanggapan terkait kabar bergabungnya Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono ke Bank Indonesia. Nama Thomas disebut-sebut masuk sebagai kandidat untuk mengisi salah satu jabatan deputi gubernur di Bank Indonesia.

Prasetyo menjelaskan bahwa saat ini terdapat satu posisi Deputi Gubernur di bank sentral yang akan lowong menyusul pengunduran diri salah satu pejabatnya. Pejabat yang dimaksud adalah Juda Agung. Menindaklanjuti kondisi tersebut, pemerintah menyiapkan pengajuan sejumlah nama ke DPR untuk mengikuti proses uji kelayakan dan kepatutan sebagai pengganti Juda.

Baca Juga: Kasus Kredit Sritex Disorot, Mahfut Khanafi Ingatkan Bahaya Kriminalisasi Keputusan Bank

Ia menyampaikan bahwa terdapat sekitar tiga kandidat yang akan diusulkan, dan salah satunya adalah Thomas Djiwandono. Tahapan awal akan diawali dengan pengiriman Surat Presiden kepada DPR.

“Jadi begini, sebelum menyebut nama salah satu, berkenaan dengan Deputi Gubernur BI, itu bermula dari adanya surat pengunduran diri dari salah satu Deputi Gubernur yang kemudian sesuai dengan ketentuan peraturan berlaku harus dilakukan proses mengisi jabatan yang ditinggalkan,” beber Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026).

“Yang ini kemudian dilanjutkan dengan presiden kirim surpres ke DPR karena proses pemilihan ada di DPR melalui uji kompetensi atau fit and proper test. Ada beberapa nama dan yang salah satu nama yang diusulkan memang pak Wamenkeu Tommy (Thomas Djiwandono),” lanjutnya.

Baca Juga: Kemensos dan Pemda Dirikan Dapur Umum, Ribuan Warga Pekalongan Terdampak Banjir

Prasetyo belum mengungkapkan identitas dua kandidat lain yang juga akan diajukan ke DPR untuk mengikuti tahapan fit and proper test tersebut.

Sebagaimana diketahui, Thomas Djiwandono selama ini dikenal memiliki kedekatan dengan Presiden Prabowo Subianto dan merupakan salah satu keponakannya. Ia juga pernah menduduki posisi strategis di Partai Gerindra. Thomas dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan pada 18 Juli 2024 di Kabinet Indonesia Maju dan kemudian kembali melanjutkan tugasnya di Kabinet Merah Putih yang mulai berjalan sejak Oktober 2025.

Tulisan Terkait: