Bazar Monas Diserbu Warga, Pemerintah Minta Maaf soal Antrean

Politik41 Dilihat

Mudabicara.com_Antusiasme warga terlihat membludak dalam gelaran bazar rakyat di kawasan Monumen Nasional (Monas). Keramaian tersebut bahkan memicu antrean panjang masyarakat yang ingin menukarkan kupon dengan berbagai kebutuhan, mulai dari bahan pokok hingga pakaian.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya pun menyampaikan permintaan maaf atas kondisi tersebut, menyusul ketidaknyamanan yang dirasakan pengunjung akibat panjangnya antrean.

“Kemudian tadi minta maaf ada yang antre. Kita sudah buka banyak banget pintunya sebenarnya, cuma tadi benar, antusiasme tinggi jadi mengantre agak panjang,” ujar Teddy usai meninjau kegiatan di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (28/3/2026) malam.

Baca Juga: Diplomasi Pakistan Berbuah: Israel Tunda Targetkan Menlu Iran

Menurutnya, secara keseluruhan kegiatan tetap berjalan tertib, termasuk dari sisi keamanan. Pemerintah juga telah menyiapkan berbagai fasilitas bagi masyarakat yang menunggu giliran.

“Tapi ya ada makanan, ada minuman. Tadi saya tanya satu-satu juga, mereka (warga) menyadari bahwa ya nggak apa-apa antre, namanya ini sekaligus menikmati nuansa Monas malam hari, lampu-lampu, musik dan sebagainya,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kegiatan ini menjadi yang pertama digelar di kawasan Monas setelah perayaan Lebaran, sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga suasana kebahagiaan Hari Raya tetap terasa di tengah masyarakat. Sebelumnya, konsep serupa juga pernah dilaksanakan di Istana dan mendapat sambutan positif.

“Kemudian Bapak Presiden ingin membuat nuansa kegembiraan Lebaran ini masih terasa, dibuatlah acara seperti ini,” ucap Teddy.

Baca Juga: Sritex dalam Jerat Hukum: Numbers Diutamakan, Kebenaran Dikesampingkan

Dalam acara tersebut, pemerintah mendistribusikan sekitar 100 ribu kupon dengan nilai Rp500 ribu per kupon. Kupon itu bisa ditukar dengan berbagai kebutuhan, seperti sembako hingga produk lain seperti pakaian, sepatu, tas, perlengkapan sekolah, dan alat ibadah. Barang-barang tersebut berasal dari pelaku UMKM yang didatangkan dari sejumlah pusat perdagangan di wilayah Jabodetabek, di antaranya Pasar Tanah Abang, Pasar Senen, dan Pasar Ular.

Tak hanya itu, sekitar 1.000 pedagang kaki lima juga dilibatkan untuk menyediakan konsumsi gratis berupa makanan dan minuman, dengan total sekitar 300 ribu porsi bagi pengunjung.

Teddy menilai tingginya partisipasi masyarakat akan menjadi bahan evaluasi ke depan, termasuk kemungkinan menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda rutin pemerintah.

“Ini pertama kali, tentunya kita pasti Bapak Presiden ingin yang terbaik ya pasti akan rutin,” imbuhnya.

Baca Juga: Mojtaba Khamenei Klaim Musuh Iran Tumbang, Soroti Kekuatan Persatuan Rakyat

Salah satu pengunjung, Maisaroh, warga Tambora, Jakarta Barat, mengaku turut merasakan kemeriahan acara tersebut. Ia menyebut harus mengantre cukup lama untuk menukarkan kupon yang dimilikinya.

“Antre jam 2 (siang), ini (sore) baru kelar. Lebih dari 4 jam, harus sabar,” kata Maisaroh saat ditemui.

Meski harus menunggu lama, ia merasa terbantu dengan paket sembako yang diterima karena sangat berguna untuk kebutuhan sehari-hari.

“Ada telur, minyak, beras, ayam, baju koko sama mukenah. Alhamdulillah barokah, seneng. Sembakonya perlu banget untuk kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya.

Tulisan Terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *