Mudabicara.com_Bencana yang terjadi di sejumlah wilayah tidak seharusnya menjadi alasan bagi anak-anak untuk menghentikan perjuangan meraih masa depan. Hal tersebut disampaikan Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar, ketika melakukan kunjungan ke MTs Negeri 2 Manggarai Barat dan SMAK Seminari Manggarai Barat, Rabu (2/9/2026).
Di hadapan para siswa, Gugun turut memberikan dorongan secara moral agar kondisi sulit yang muncul akibat bencana tidak menjadi penghalang bagi generasi muda dalam mempersiapkan masa depan.
“Anak-anak ini harus tahu bahwa mereka tidak sendiri. Di tengah situasi sulit, kita hadir untuk memberikan semangat dan memastikan mimpi mereka tetap berjalan,” ujar Gugun.
Ia menjelaskan, pemberian beasiswa memiliki makna lebih luas daripada sekadar memenuhi kebutuhan pendidikan. Menurutnya, bantuan tersebut merupakan wujud perhatian agar anak-anak tetap mempunyai harapan serta ruang untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Beasiswa ini adalah ikhtiar untuk membantu anak-anak tetap sekolah, terus belajar, dan percaya bahwa mereka memiliki masa depan yang besar. Jangan sampai keterbatasan hari ini membuat mereka berhenti bermimpi,” tuturnya.
Gugun juga meminta para siswa untuk memiliki keberanian dalam menetapkan cita-cita tanpa membatasi diri berdasarkan kondisi daerah asal. Ia mendorong mereka meneruskan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi serta membuka peluang untuk menimba ilmu hingga ke mancanegara.
“Teruslah sekolah, kuliah setinggi-tingginya. Jangan pernah berpikir anak-anak dari daerah tidak bisa bersaing. Kalian bisa memiliki mimpi sampai ke Eropa, Amerika, dan negara-negara lain di dunia,” tegasnya.
Baca Juga: Ketua SAPMA Pemuda Pancasila Pangandaran Tegaskan Sikap Mosi Tidak Percaya terhadap Ketua KNPI
Tidak hanya menekankan pendidikan formal, Gugun turut menggarisbawahi perlunya penguasaan future skills sebagai persiapan menghadapi kebutuhan dan tantangan di masa depan.
Menurutnya, siswa perlu memperkuat penguasaan pengetahuan, teknologi, dan bahasa agar memiliki bekal yang memadai untuk menghadapi persaingan yang semakin terbuka.
“Belajar bahasa Inggris, bahasa Arab, dan bahasa lainnya. Kuasai teknologi dan terus tingkatkan kemampuan diri. Dunia ke depan membutuhkan generasi yang memiliki wawasan luas, keterampilan global, dan karakter yang kuat,” tuturnya.
Gugun juga menyampaikan bahwa proses pemulihan wilayah yang terdampak bencana tidak cukup hanya dilakukan melalui pembangunan kembali infrastruktur maupun fasilitas fisik.
Pemulihan mental, semangat, dan optimisme anak-anak dalam melihat masa depan juga menjadi bagian penting yang perlu mendapat perhatian.
Baca Juga: Stafsus Menag Tegaskan Nasaruddin Umar Tak Maju sebagai Ketum PBNU
“Kita ingin membangun kembali bukan hanya fasilitas pendidikan, tetapi juga mimpi anak-anak. Mereka harus yakin bahwa masa depan mereka tetap terbuka luas,” ujarnya.
Dengan pemberian beasiswa sekaligus motivasi untuk terus menempuh pendidikan, Gugun berharap para siswa madrasah di NTT dapat berkembang sebagai generasi yang berprestasi dan kelak memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah serta bangsa.
“Setiap anak memiliki mimpi. Tugas kita adalah membantu mereka menjaga mimpi itu tetap menyala,” pungkas Gugun.












