Dari Mimbar ke Media Sosial: UICI Dorong Transformasi Dakwah Digital

Pendidikan10 Dilihat

Mudabicara.com_Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) menggelar UICI Webinar Series Volume 11 bertajuk “Dakwah Digital” pada Minggu (1/2/2026) pukul 19.30 WIB. Webinar yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube UICI Official ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Ketua IMMI Ustaz H. Agus Sudono, Dr. Sarji, S.Pd., S.H., M.Pd., M.M., M.H., dan Rektor UICI Prof. Dr. Asep Saefuddin, M.Si.

Ketua IMMI, Agus Sudono, menegaskan bahwa pendakwah di era saat ini tidak boleh gagap teknologi. Menurutnya, penguasaan dakwah digital menjadi kebutuhan mendesak agar pesan-pesan keislaman dapat menjangkau lebih luas.

“Pendakwah harus menguasai dakwah digital. Kalau bicara dakwah hari ini, lebih praktis jika kita menguasai YouTube dan media sosial,” ujarnya.

Baca Juga: Kemendag Libatkan Diaspora Pelajar untuk Perkuat Ekspor Indonesia ke Australia

Ia menambahkan, jangkauan dakwah digital jauh melampaui metode konvensional. Jika tabligh akbar hanya dihadiri ribuan orang, maka melalui platform digital, pesan dakwah berpotensi menjangkau jutaan audiens lintas kota bahkan negara.

Sebagai pimpinan IMMI, Agus juga menyambut baik kolaborasi antara IMMI dan UICI dalam penguatan kapasitas pendakwah, khususnya dalam menghadapi tantangan era digital.

Sementara itu, Dr. Sarji dalam paparannya menjelaskan pentingnya dakwah digital yang relevan dengan perkembangan zaman. Ia menekankan bahwa Islam bersifat universal dan sesuai untuk setiap ruang dan waktu, sementara media dapat berubah mengikuti perkembangan teknologi.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa dakwah digital memiliki sejumlah keunggulan, antara lain tanpa batas ruang dan waktu, mampu menjangkau generasi digital yang hidup di media sosial, serta bersifat cepat dan berkelanjutan melalui format video, podcast, reels, maupun tulisan singkat.

Namun demikian, ia juga mengingatkan adanya tantangan dakwah digital, seperti penyebaran informasi yang tidak akurat, rendahnya keterlibatan audiens yang cenderung hanya melakukan scrolling, serta potensi kritik dan hujatan yang tidak konstruktif.

Karena itu, ia mendorong strategi dakwah digital yang bijak, santun, tidak provokatif, serta memanfaatkan konten kreatif, interaksi aktif dengan audiens, penggunaan tagar yang relevan, dan kolaborasi dengan influencer yang tepat.

Rektor UICI, Prof. Asep Saefuddin, menyampaikan bahwa UICI membuka ruang bagi para pendakwah yang ingin meningkatkan kapasitas di bidang digital melalui berbagai program studi yang tersedia.

Baca Juga: PB HMI MPO dan Kornas Kohati Soroti Peluang Kriminalisasi dalam Kasus Perbankan

“UICI menyediakan program studi bagi para pendakwah yang ingin belajar tentang digital, seperti Komunikasi Digital dan Digital Neuropsikologi. Namun tentu tidak menutup juga program studi lainnya yang dapat mendukung penguatan kapasitas dakwah,” ujar Prof. Asep.

Melalui webinar ini, UICI menegaskan komitmennya untuk mendorong transformasi dakwah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus tetap menjaga nilai-nilai hikmah dan akhlak dalam penyampaian pesan keislaman.

Tulisan Terkait: