Gugun Gumilar Bahas Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keagamaan Indonesia-Rusia

Foreign View10 Dilihat

Mudabicara.com_Staf Khusus Menteri Agama RI Gugun Gumilar menerima kunjungan kehormatan Senator sekaligus Deputy Chairman of the Federation Council Rusia, H.E. Ilyas Umakhanov, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Peluang penguatan hubungan Indonesia dan Rusia di sektor pendidikan serta keagamaan menjadi pokok pembahasan dalam pertemuan tersebut.

Berbagai agenda turut dibicarakan, mulai dari pengembangan beasiswa, penelitian dan kolaborasi antarperguruan tinggi, peningkatan kompetensi guru madrasah, hingga upaya memperkokoh harmoni kehidupan antarumat beragama.

Baca Juga: Dosen Kenalkan Etnomatematika, Kearifan Lokal Bima Jadi Konteks Belajar Matematika

Gugun menilai, kemitraan pendidikan antara Indonesia dan Rusia sebaiknya tidak berhenti pada aktivitas pertukaran akademik. Kerja sama itu juga perlu diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui beasiswa, pertukaran mahasiswa dan akademisi, riset kolaboratif, serta perluasan jaringan lembaga pendidikan dari kedua negara.

“Ini sejalan dengan gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Rusia dalam berbagai bidang strategis, termasuk pendidikan, riset, teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia,” ujar Gugun.

Menurut Gugun, kerja sama tersebut juga dapat diperluas pada pengembangan madrasah dan pesantren, termasuk peningkatan kapasitas guru dan pendidik.
Selain itu, kedua negara dapat saling bertukar pengalaman dalam membangun pendidikan yang berorientasi pada perdamaian, toleransi, dan kehidupan masyarakat yang harmonis.

Baca Juga: Memaknai 81 Tahun Republik: Menguji Janji Prabowonomics di Timbangan Kemerdekaan

“Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam mengelola keberagaman. Karena itu, kerja sama dengan Rusia tidak hanya berbicara mengenai pendidikan formal, tetapi juga bagaimana pendidikan dapat menjadi instrumen untuk memperkuat perdamaian, harmoni antarumat beragama, dan saling pengertian antarmasyarakat,” tuturnya.

Pertemuan di Masjid Istiqlal tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas hubungan Indonesia-Rusia yang dalam beberapa tahun terakhir terus berkembang.
Pada 2026, kedua negara juga telah menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama strategis, termasuk di bidang pendidikan tinggi dan sains.

Baca Juga: HUT RI ke-81, Menag Tekankan Kerukunan dan Solidaritas di Tengah Bencana

Gugun berharap, pembahasan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui program-program konkret yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama generasi muda, pelajar, mahasiswa, guru madrasah, dan santri.

“Persahabatan antarnegara harus diterjemahkan menjadi kerja sama yang nyata dan dirasakan oleh masyarakat. Pendidikan adalah salah satu jembatan terbaik untuk membangun itu,” tutup Gugun.

Tulisan Terkait: