Mudabicara.com_Perseteruan Moeldoko dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) semakin panas. Aznil Tan meminta AHY tidak mengait-ngaitkan Presiden Jokowi mengambil paksa partainya lewat jalur Kongres Luar Biasa (KLB).

“Tidak adanya untungnya buat Jokowi mau dorong orang sekitarnya mau ambil Demokrat. Malah Jokowi  rugi karena tidak ada balance of power. Jokowi komit dengan demokrasi,” ujar Aktivis Barikade 98 Aznil Tan ke Media, Jakarta (2/2/2021).

BACA JUGA : FENOMENA INFLUENCER BANYAK AKSI KURANG REFERENSI 

Aznil Tan dikenal sebagai tokoh relawan pemenangan Jokowi-Maaruf menyindir AHY sedang memainkan playing victim.

“Politik playing victim masih jadi pola oleh politikus. Berpura-pura terzholimi oleh penguasa agar publik merasa iba dan lalu muncul dukungan. Jangan tiru bapaknya lah! “Sindirnya.

Aznil Tan tidak menampik Moeldoko berkeinginan untuk menjadi Ketum Demokrat. Dia menilai Demokrat akan jadi partai besar kembali dibawah pimpinan Moeldoko.

BACA JUGA : MENGENAL TEORI HERMENEUTIKA HANS GEORG GADAMER 

“Sah-sah saja Moeldoko berkeinginan jadi Ketum Demokrat. Beliau kan ikut juga membesarkan Demokrat. Apalagi beliau mantan panglima, Demokrat bisa jadi besar kembali. AHY gak level lah. Apple to Apple itu, Moeldoko versus SBY,” tutup Aznil.