Raker PP BAMUSI, Gus Falah Tekankan Penguatan Ukhuwah Wathoniyah

Politik380 Dilihat

Mudabicara.com_Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (PP BAMUSI) mengadakan rapat kerja sebagai upaya menyusun arah program organisasi sekaligus meningkatkan kiprah BAMUSI dalam kehidupan berbangsa. Kegiatan tersebut resmi dibuka di Grand Aston Ciloto, Puncak, Cianjur, Jawa Barat, Jumat (11/9/2026).

Ketua Umum PP BAMUSI H Nasyirul Falah Amru menyoroti perlunya memperkokoh ukhuwah wathoniyah atau persaudaraan kebangsaan di tengah beragamnya organisasi dan kelompok Islam yang ada di Indonesia.

Anggota Komisi III DPR RI tersebut berpandangan bahwa perbedaan identitas maupun latar belakang organisasi Islam seharusnya tidak menghambat upaya membangun sinergi demi mempertahankan keutuhan bangsa.

Baca Juga: Direktur Nusantara Impact Center Apresisasi Langkah Stafsus Menag Gugun Beri Beasiswa untuk Pelajar Berprestasi NTT

“Ukhuwah wathoniyah harus menjadi semangat bersama. Ormas-ormas Islam memiliki latar belakang dan tradisi yang beragam, tetapi memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga persatuan dan kemaslahatan bangsa,” ujar anggota DPR RI Dapil Lamongan-Gresik yang akrab dipanggil Gus Falah ini.

Gus Falah menilai kebutuhan untuk memperkuat persaudaraan kebangsaan semakin mendesak mengingat persoalan sosial yang muncul di tengah masyarakat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dan tidak bisa ditangani oleh satu kelompok saja.

Karena itu, kerja sama antara berbagai unsur masyarakat, termasuk organisasi keagamaan, menjadi penting sehingga peran Islam dapat diwujudkan secara konkret dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga: Stafsus Menag Gugun Gumilar Dorong Mahasiswa UHN Sugriwa Bali Perkuat Riset dan Inovasi Menuju 2045

Dalam rapat kerja tersebut, Gus Falah turut menegaskan bahwa perumusan program BAMUSI hendaknya tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan internal organisasi.

Menurut dia, seluruh program yang dirancang perlu memiliki sasaran sosial yang terukur, terutama sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan.

“Program kerja harus berorientasi menolong kaum dhuafa. Ukuran keberhasilan organisasi bukan hanya banyaknya kegiatan, tetapi sejauh mana kegiatan itu memberikan manfaat dan meringankan beban masyarakat,” katanya.

Baca Juga: Gelar Nikah Massal, Kemenag Tegaskan Perkawinan Bukan Sekadar Akad, Wajib Ada Perlindungan Hukum bagi Keluarga

Berdasarkan prinsip tersebut, program-program BAMUSI mendatang diharapkan mampu menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kalangan dhuafa serta kelompok yang berada dalam situasi rentan.

Rapat kerja PP BAMUSI diharapkan dapat menjadi pijakan dalam merancang program organisasi yang lebih fokus dan terarah, sekaligus memperkuat posisi BAMUSI sebagai salah satu unsur masyarakat sipil yang turut berkontribusi dalam membangun kehidupan kebangsaan.

 

Tulisan Terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *