SBY Tegaskan AHY sebagai Pemimpin Utama Partai Demokrat

Politik43 Dilihat

Mudabicara.com_Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa kepemimpinan tertinggi di Partai Demokrat berada pada satu sosok, yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Pernyataan tersebut kemudian dijelaskan oleh Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Dede Yusuf.

“Itu kan dalam acara internal partai Demokrat ya dan kita harus selalu menyampaikan bahwa walaupun Bapak sudah tidak lagi dalam tanda arti berada di dalam partai, tetapi beliau kan hanya sebagai mentor,” ujar Dede Yusuf di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (13/1/2026).

Baca Juga: KPK Periksa Ketua PBNU Aizzudin sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

Menurut Dede Yusuf, arah dan kebijakan partai sepenuhnya berada di bawah kewenangan AHY sebagai ketua umum. Seluruh kader, kata dia, berkewajiban mengikuti keputusan tersebut.

“Artinya segala keputusan adalah di tangan Ketua Umum. Jadi apapun keputusan Ketua Umum, itulah yang akan kita ikuti. Jadi konteksnya sih itu matahari kembar, maksudnya adalah agar kita berbicaranya tetap satu komando, satu komandonya ketua umum,” ungkapnya.

Dede Yusuf juga menyinggung wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD yang belakangan mencuat. Ia menegaskan bahwa Partai Demokrat saat ini sejalan dengan sikap Presiden Prabowo Subianto.

“Pokoknya pada prinsipnya saat ini kita ikut dengan rencana presiden karena kita melihat bahwa proses ini masih panjang. Ada beberapa hal yang harus kita selesaikan, yaitu masalah rehabilitasi terhadap bencana di Sumatera yang Mendagri sudah ditunjuk sebagai kepala ketua Satgasnya,” ujar Wakil Ketua Komisi II DPR ini.

Saat ditanya mengenai pandangan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, SBY, terkait sistem Pilkada tersebut, Dede Yusuf menyebut SBY menilai fokus utama saat ini adalah penanganan pascabencana di sejumlah wilayah.

“Jadi oleh karena itu saat ini Pak SBY juga mengatakan kita fokus pembenahan ini dulu. Urusan pilihan masih 2031. Jadi kita fokus pembenahan masalah bencana Sumatera,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa SBY menyerahkan sepenuhnya keputusan terkait mekanisme Pilkada kepada Ketua Umum AHY sebagai pemegang otoritas tertinggi di partai.

Baca Juga: Presiden Iran Tuduh AS dan Israel Dalangi Kerusuhan di Tengah Gelombang Protes

“Ya sudah diserahkan kepada ketua umum kami, Mas AHY untuk melakukan keputusan terkait dengan katakan lah kebijakan-kebijakan Partai Demokrat. Termasuk (soal Pilkada),” ungkapnya.

Sebelumnya, SBY menegaskan bahwa tidak ada kepemimpinan ganda di Partai Demokrat dan hanya AHY yang berada di posisi puncak. Hal itu disampaikan dalam pidatonya pada acara internal partai yang digelar Senin (12/1/2026) malam.

SBY menjelaskan bahwa dirinya tidak direncanakan memberikan pidato utama karena peran tersebut semestinya diemban oleh AHY. Ia pun menekankan posisi AHY sebagai pemimpin tertinggi Partai Demokrat.

“Seharusnya yang menyampaikan sambutan utama adalah pemimpin Partai Demokrat, Bung Agus Harimurti Yudhoyono. Beliau pemimpin partai. Saya boleh dikatakan seorang mentor senior. Mataharinya hanya satu di Partai Demokrat, Mas AHY,” kata SBY.

Tulisan Terkait: