Mudabicara.com_Rektor Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) Prof. Asep Saefuddin berkunjung ke Kantor Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Senin (26/1/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Prof. Asep diterima langsung oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji.
Pertemuan tersebut membahas penguatan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan BKKBN, khususnya bagi penyuluh dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang bertugas langsung di lini lapangan. Wihaji mengungkapkan bahwa saat ini BKKBN memiliki sekitar 18 ribu penyuluh berstatus ASN serta hampir 600 ribu anggota TPK yang tersebar di seluruh Indonesia.
Baca Juga: DIMULAI DARI KOTAK SUARA (1): Pendahuluan
“Artinya, inilah sumber daya manusia kementerian kita yang bekerja langsung di lapangan. Namun memang ada sebagian, khususnya Tim Pendamping Keluarga, yang latar belakang pendidikannya belum S1,” ujar Wihaji.
Ia menekankan bahwa tantangan pembangunan keluarga dan kependudukan menuntut SDM yang semakin berkualitas, seiring dengan cepatnya perubahan dan kebutuhan untuk menggerakkan serta mengubah perilaku masyarakat. Karena itu, peningkatan kompetensi menjadi kebutuhan mendesak.
Dalam kesempatan tersebut, Wihaji menyampaikan rencana kerja sama antara BKKBN dan UICI melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Salah satu fokusnya adalah pemberian kesempatan kuliah bagi penyuluh dan TPK yang belum menempuh pendidikan tinggi.
“Ke depan, kita tadi sudah ngobrol tipis-tipis, nanti akan ada PKS bersama Rektor UICI untuk kerja sama, supaya teman-teman Tim Pendamping Keluarga maupun penyuluh yang masih lulusan SMA bisa berkuliah,” kata Wihaji.
Ia juga mengungkapkan bahwa UICI akan memberikan beasiswa kepada 100 orang penyuluh dan TPK untuk melanjutkan pendidikan tinggi. “Kita mendapatkan beasiswa sebanyak 100 orang dari Prof. Asep, yang nanti bisa kuliah di berbagai jurusan di Universitas Insan Cita Indonesia,” tambahnya.
Sementara itu, Prof. Asep Saefuddin menyambut baik rencana kolaborasi tersebut dan menegaskan kesiapan UICI untuk berkontribusi dalam peningkatan kualitas SDM BKKBN. Menurutnya, pendidikan merupakan kunci untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan aparatur negara di tingkat akar rumput.
Baca Juga: KPK Ungkap Modus Korupsi Berlapis, OTT Tak Lagi Andalkan Transaksi Langsung
“UICI dengan sangat senang hati dan siap untuk bersama-sama BKKBN meningkatkan kompetensi, baik soft skill maupun hard skill para penyuluh, supaya mereka naik level of knowledge-nya,” ujar Prof. Asep.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas penyuluh dan TPK diharapkan dapat mendorong Indonesia menjadi negara berbasis pengetahuan. “Dengan demikian, Indonesia bisa menjadi negara dengan berbasis pengetahuan. Itu yang kami inginkan,” katanya.
Terkait jumlah penerima beasiswa, Prof. Asep menyebut bahwa 100 orang merupakan langkah awal. Ia juga membuka kesempatan lebih luas bagi penyuluh dan TPK lain yang berminat meningkatkan kapasitas diri.
“Beasiswa ini memang masih sedikit dibandingkan jumlah TPK yang mencapai ratusan ribu. Namun bagi yang berminat untuk meningkatkan level of knowledge-nya, silakan bergabung ke Universitas Insan Cita Indonesia,” tuturnya.












