Mudabicara.com_ Datang ke  Kabupaten Ponorogo provinsi Jawa Timur tak lengkap rasanya jika tidak menyempatkan waktu untuk wisata religi. Ponorogo selain terkenal dengan kesenian reognya juga terkenal dengan beberapa tempat wisata religi.

BACA JUGA : MENGENAL TEORI TINDAKAN SOSIAL MAX WEBER 

Beberapa rekomendasi tempat wisata religi di Ponorogo yang wajib anda kunjungi:

1.Masjid Agung Tegal Sari

Masjid agung Tegalsari terletak di Desa Desa Tegalsari Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo. Situs masjid Tegalsari merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia. Masjid ini didirikan sekitar abad ke-18 oleh tokoh ulama besar yakni Kyai Ageng Hasan Besari sekitar pada tahun 1742.

Masjid ini menjadi salah satu tujuan wisata religi di Ponorogo sebab di dalam komplek masjid juga terdapat makam Kyai Ageng Muhamad Besari dan Kyai Ageng Hasan Besari. Masjid Tegalsari juga menyimpan kitab yang ditulis oleh Ronggo Warsito yang kira-kira sudah 170 tahun dan di timur komplek masjid masih terdapat Ndalem Kyai Ageng yang masih asli, langgar dan  2 batu purbakala yang difungsikan sebagai tempat pijakan masuk masjid.

Dalam konteks kemerdekan Indonesia masjid Tegalsari juga menorehkan sejarah sebab di pondok pesantren Tegalsari lahir tokoh bapak bangsa H.O.S Cokroaminoto dan Pujangga jawa yakni Raden Ngabehi Ronggowarsito.

2. Makam Bathoro Katong

Makam Bathoro Katong merupakan salah satu tempat favorit wisata religi Ponorogo. Makam ini terletak di Desa Setono Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo atau lebih tepatnya timur Pasar Pon Ponorogo. Jarak tempuh dari pusat kota Ponorogo kurang lebih 5 km.

Sejarah mencatat bahwa Bhatoro Katong adalah salah satu putra dari Prabu Brawijaya dari istri Pangrambe. semasa kecil ia bernama asli Raden Joko Piturun atau Raden Harak Kali.

Makam ini keramat bagi masyarakat Ponorogo sebab Raden Bathoro Katong merupakan tokoh pendiri Kabupaten Ponorogo. Selain Makam Bathoro Katong di komplek makam juga terdapat beberapa makam tokoh pendiri Ponorogo lain yakni Patih Selo Aji Dan Ki Ageng Mirah.

BACA JUGA : BUKU THE LIMIT OF INTERNASIONAL LAW KARYA J.L GOLDSMITH DAN E.A POSNER

Di samping komplek makam Bathoro Katong juga terdapat makam Kyai Zen Kalyubi yang juga meruapakan tokoh perintis kader inti Banser Nahdhatul Ulama (Banser NU).

Ada beberapa bukti peninggalan benda-benda purbakala di komplek makam yakni sepasang batu gilang. Masyarakat sekitar mempercayai didalam batu gilang terdapat Candra Sengkala Memet yang berisi tentang tulisan tahun berdirinya kabupaten Ponorogo.

Jika ingin berziarah ke makam Bathoro Katong jangan lupa menghubungi juru kunci makam sebab pintu masuk makam selalu di kunci.

3. Makam Astana Srandil

Komplek makam Astana Srandil juga merupakan salah satu tempat wisata religi Ponorogo. Makam ini terdapat di desa Srandil, Kecamatan Badegan. Jarak tempuh ke makam Astana Srandil dari pusat kota kurang lebih 7 km.

Makam Astana Srandil merupakan kompleks pemakaman bupati kabupaten Sumoroto. Dahulu wilayah Ponorogo dibagi menjadi tiga wilayah bagian yakni kabupaten Sumoroto diwilayah barat, kabupaten Kutho Wetan di kota lama dan kabupaten Polorejo di utara.

Beberapa tokoh yang dimakamkan di Astana Srandil antara lain Raden Mertokusumo, Raden Mas Brotodirjo Bupati Sumoroto III, Mas Adipati Brotodiningrat, Warok Suromenggolo dan Eyang Potromenggolo.

Raden Mertokusumo adalah Patih kabupaten Polorejo yang bernama asli Raden Dipotaruno. Menurut sejarah saat terjadi perang antara Pangeran Diponegoro dan Belanda, kabupaten Polorejo memihak Pangeran Diponegoro sehingga Belanda menyerbu kabupaten Polorejo yang mengakibatkan bupati Brotonegoro gugur sedangkan Raden Dipotaruno selaku patih selamat dan melarikan diri dan bersembunyi di bukit srandil.

BACA JUGA : REFLEKSI SEJARAH PERJUANGAN PEMUDA DI HARI KEMERDEKAAN 

Dalam segi arsitektur komplek bagunan Astana Srandil masih mempunyai ciri khas arsitektur kuno. dengan gerbang yang masih berbentuk candi dan pesarean yang masih khas asimilasi jawa, hindu dan islam.

Jika datang berkunjung ke Kabupaten Ponorogo jangan lupa menyempatkan waktu untuk berwisata religi ketiga tempat tersebut.

Sejarah adalah pijakan kita untuk berkontemplasi terhadap kehidupan sehari-hari.