Apa Itu Arti Disiplin dan Disiplin Positif Dalam Keluarga? Ini Penjelasan Founder Komunitas Sekolah Orang Tua

Muda Talks13 Dilihat

Mudabicara.com_ Arti disiplin dalam kehidupan sehari-hari adalah mampu menjalani aktifitas keseharian dengan baik, benar dan teratur. Pendidikan, baik di rumah maupun di sekolah membutuhkan kedisiplinan bagi para pelakunya, baik orang dewasa maupun anak-anak.

Dalam pengasuhan keluargapun kita membutuhkan disiplin. Arti disiplin merupakan sikap dan perilaku yang dibentuk dan dikembangkan oleh orang tua di rumah. Tentu pola pengasuhan yang baik memberikan cinta kasih, perhatian dan kedisiplinan.

Baca Juga : Apa itu arti ASO? Pengertian, Tujuan dan Manfaatnya

Hal tersebut bertujuan agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan sempurna untuk menjalani kehidupannya. Nah! untuk lebih jelas simak ulasan mudabicara berikut ini ya.

Sekilas Arti Disiplin Dan Disiplin Positif?

Apa itu arti disiplin? Menurut Cambridge dictionary; ‘training that makes people more willing to obey or more able to control themselves, often in the form of rules, and punishmens if these are broken, or the behaviour produced by this training’. 

Arti disiplin adalah sebuah pelatihan yang membuat orang lebih bersedia untuk patuh atau lebih mampu mengendalikan diri mereka sendiri, seringkali dalam bentuk aturan, dan hukuman jika dilanggar, atau perilaku yang dihasilkan oleh pelatihan ini.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia arti disiplin adalah tata tertib (di sekolah, kemiliteran, dan sebagainya);  ketaatan (kepatuhan) kepada peraturan (tata tertib dan sebagainya); bidang studi yang memiliki objek, sistem, dan metode tertentu.

Baca Juga : Apa Itu Arti Disrupsi? Pengertian, Penyebab, Dampak dan Peluangnya.

Sedangkan arti disiplin positif berarti sebuah penisbatan sifat yang menunjukkan kualitas dan pola dalan menjalankan atau menerapkan sebuah disiplin dan aturan.

Di sisi lain disiplin positif juga sebagai kerangka pengasuhan dan pendidikan yang dibentuk dari gaya pengasuhan orang tua terhadap anak (parenting style)

Ada beberapa gaya pengasuhan orang tua terhadap anak antara authoritarian parenting, authortative parenting, permissive parenting, uninvolved parenting.

Macam-Macam Gaya Pengasuhan Orang Tua Terhadap Anak

Arti Disiplin

1. Authoritarian Parenting

Authoritarian Parenting adalah gaya pengasuhan yang otoriter, di mana kontrol dan dominasi orang tua terhadap anak sangat penuh dan cenderung refresif.

Dalam gaya pengasuhan ini, setiap kesalahan tidak bisa ditolerir, hukuman atas pelanggaran disiplin akan diterapkan, dalam beberapa keadaan, orang tua yang otoriter cenderung memperlakukan anak secara keras bahkan membully.

2. Otoritative Parenting

Otoritative Parenting adalah gaya pengasuhan yang moderat, kontrol orangtua terhadap anak dibangun dengan pola komunikasi yang positif.

Orang tua cenderung memandang kesalahan dan pelanggaran atas displin sebagai bagian dari proses belajar yang dialami oleh anak. Dalam gaya otoritatif, sikap kritis dan demokratis dibangun sebagai pembelajarn bagi anak untuk bisa bertanggungjawab.

Baca Juga : 10 Tips Cara Berkomunikasi Positif Dengan Anak

3. Permissive Parenting

Permissive parenting adalah gaya pengasuhan yang cenderung membebaskan segala tindak dan perilaku anak. Orang tua tidak menjadi pengontrol dan anak-anak memutuskan sendiri apa yang ingin mereka lakukan.

4. Uninvolved Parenting

Uninvolved Parenting adalah gaya pengasuhan yang tidak ada keterlibatan pihak orang tua dalam mengarahkan anak atau memberikan kontrol perilaku.

Pola pengasuhan ini membuat orang tua abai atau cuek atas apa yang terjadi atau yang dilakukan oleh anak.

Apa Itu Arti Disiplin Positif Keluarga?

Arti Disiplin

Arti disiplin positif adalah pola yang dirancang dalam mengasuh anak agar menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab, terhormat, berpikir cerdas dan kreatif.

Proses itu mengajarkan keterampilan sosial dan kehidupan yang penting dengan cara yang sangat menghormati dan membesarkan hati untuk anak-anak dan orang dewasa (termasuk orang tua, guru, pengasuh anak, remaja pekerja, dan lain-lain).

Dalam disiplin positif, penerapan disiplin dilakukan untuk mendorong beberapa hal berikut yang menjadikan penerapan disiplin efektif.

Baca Juga : 6 Cara Mempengaruhi Orang Lain Dengan Mudah

Cara Penerapan Disiplin Positif

1. Membantu anak-anak merasakan rasa koneksi. (Milik dan signifikansi)

2. Saling menghargai dan mendorong. (Baik dan tegas pada saat bersamaan).

3. Apakah efektif jangka panjang. (Pertimbangkan apa yang anak pikirkan, rasakan, pelajari,dan memutuskan tentang dirinya dan dunianya – dan apa yang harus dilakukan di masa depan bertahan atau berkembang)

4. Mengajarkan keterampilan sosial dan kehidupan yang penting. (Hormat, kepedulian terhadap orang lain, masalah pemecahan, dan kerja sama serta keterampilan untuk berkontribusi di rumah, sekolah atau yang lebih besar masyarakat.)

5. Mengajak anak untuk menemukan seberapa mampu mereka. (Mendorong penggunaan konstruktif dari kekuatan pribadi dan otonomi.)

Model pengasuhan disiplin positif di dalam keluarga mengembangkan hubungan yang saling menghormati.

Arti dari disiplin positif adalah mengajarkan orang dewasa untuk memperlakukan anak dengan  kebaikan dan ketegasan pada saat yang sama, dan tidak menghukum atau permisif.

Prinsip-Prinsip Penting Dalam Menerapkan Disiplin Positif

1. Saling menghormati. Orang dewasa mencontohkan ketegasan dengan menghargai diri sendiri dan lingkungan, serta kebaikan dengan menghormati kebutuhan anak.

2. Mengidentifikasi keyakinan di balik perilaku. Disiplin yang efektif Mengenali alasan anak-anak melakukan apa yang mereka lakukan dan bekerja untuk mengubah keyakinan itu, daripada hanya mencoba untuk mengubah perilakU.

3. Keterampilan komunikasi dan pemecahan masalah yang efektif.

4. Disiplin yang mengajarkan (dan tidak permisif atau punitif).

5. Berfokus pada solusi daripada hukuman.

6. Dorongan (bukan pujian). Upaya pemberitahuan dorongan dan peningkatan, bukan hanya kesuksesan, dan membangun harga diri jangka panjang dan Pemberdayaan.

Baca Juga :10 Tips Untuk Mengubah Kebiasaan Lebih Baik

Melatih Pelaksanaan Disiplin Positif

Melaksanakan disiplin positif artinya kita sebagai orang dewasa melatih diri kita untuk menempatkan anak-anak atau para siswa sebagai orang yang tumbuh dan belajar tentang prilaku dari kehidupan sehari-hari.

Alih-alih sebagai orang tua kita selalu memberi hukuman kepada anak tentang kesalahan atau pelanggaran atas aturan, lebih baik menggantinya dengan memberikan informasi atau penjelasan atas kesalahan dan memberikan kesempatan untuk belajar.

Praktekan kemampuan mendengarkan, komunikasi dengan anak bukan hanya memberi intruksi, memberikan nasihat dan arahan.

Namun juga tentang kemampuan mendengarkan. Jadilah pendengar yang baik bagi anak-anak untuk memberikan contoh bersikap dalam memahami situasi.

Apakah diperkenankan untuk marah? Tentu boleh. Marah adalah bagian dari emosi yang disalurkan karena kita melakukan respons.

Namun kemarahan yang berlebih dan membuat anak tertekan atau tersudutkanm bahkan terancam akan memnyebabkan tingkat depresi yang tinggi, putus asa dan perasaan dendam.

Menjelaskan bahwa kita tidak suka atas sebuah perilaku yang ditunjukkan atau kejadian yang dilakukan oleh anak adalah peting. Dan sebagai ganti dari marah adalah solusi untuk memberikan perbaikan. Pertanggungjawaban untuk membuat anak belajar.

Kemudian, menegakkan arti disiplin positif adalah tentang perbaikan akan perilaku yang tidak semestinya.Fokuslah untuk mengajak anak memperbaiki perilaku, bukan menghakimi diri mereka karena perbuatannya.

Jadi saat ada pelanggaran atas aturan, saat anak sulit membuang sampah pada tempatnya, sulit berbagi, fokuslah pada perilaku tersebut daripada menghakimi diri mereka.

Sekian ulasan tentang arti disiplin dan disiplin positif kali ini, sampai jumpa pada ulasan lainnya, selamat membaca

Tulisan Terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *