Mudabicara.com_Bulan Dzulhijah adalah bulan yang mulia bagi umat Islam seluruh dunia sebab dibulan Dzulhijah bertepatan dengan ibadah haji. Ditambah banyak ibadah yang dianjurkan Rasulullah Muhammad SAW untuk diamalkan di bulan Dzulhijjah tersebut yakni puasa Tarwiyah, puasa Arafah dan penyembelihan hewan kurban.

Puasa tarwiyah dilaksanakan 8 Dzulhijjah dan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah. Zaid bin Aslam mendengar Rasulullah SAW, bersabda, “perbuatan hanya ada lima: perbuatan yang terganjar sepadan, perbuatan yang memastikan masuk surga atau neraka, perbuatan yang terganjar berlipat sepuluh, perbuatan yang terganjar berlipat tujuh ratus, dan perbuatan yang tak satupun tahu seperti apa balasanya kecuali Allah SWT”. Dan amal kelima yang tak diketahui balasannya itu adalah puasa.

Di hari Arafah, pembebasan manusia dari siksa lebih banyak dari yang lain. Kemuliaan-kemuliaan diturunkan tak seperti hari yang lain. Tak ada doa yang begitu dekat dengan ijabah Tuhan selain hari puasa arafah.

Maka amal apakah yang melebihi puasa dihari mulia? Bukankah Rasulullah pernah mengingatkan kita bahwa, “puasa hari Arafah menghapuskan dosa dua tahun: satu tahun kemarin dan satu tahun kemudian esok.” Maka alangkah bahagianya bila kita mampu melaksana ibadah sunah yang datang satu tahun sekali ini.

Namun demikian selain pahala yang melimpah, bulan Dzulhijjah adalah bulan yang penuh kebahagiaan bagi kaum muslimin sebab akan ada penyembelihan hewan kurban  yang secara sosial tentu menumbuhkan solidaritas dan jiwa sosial.

Sehingga penyembelihan hewan kurban dapat kita tinjau dari dua aspek. Aspek pertama adalah aspek sosial humanis yang dapat kita saksikan dari pola penyaluran hewan kurban yang secara khusus diperuntukkan bagi mereka yang berhak menerima. Artinya melalui penyaluran hewan kurban kita mampu mengaplikasikan solidaritas antar sesama.

Aspek kedua yakni aspek spiritual-transendental sebagai bentuk logis dari kepatuhan kepada Allah SWT. Melakukan kurban semestinya dihayati tidak hanya disaat bulan Dzulhijah atau hari raya kurban. Namun di setiap saat seharusnya kita mampu mengurbankan apa yang kita miliki sebagai upaya mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Bila sifat tersebut tumbuh pada setiap muslim maka secara horinzontal akan terbentuk kesejahteraan sosial.

Pemaknaan bulan Dzulhijjah tentu tidak lain mengingatkan kaum muslimin pada ketaatan kepada Allah SWT dan kebaikan kepada sesama manusia. Semoga Allah Swt memberi kemudahan dan kekuatan kepada kita semua untuk mampu menjalankan puasa dua hari sebelum hari raya Idul Adha serta merayakan idul adha dengan penuh suka cita. Amin.

Penulis : M.Khanafi