Gugun: Program Magister Pendidikan Agama Hindu Perkuat Kerukunan dan Pendidikan Berkualitas

Pendidikan25 Dilihat

Mudabicara.com_Pemerintah kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan keagamaan yang setara melalui peresmian Program Studi Magister (S2) Pendidikan Agama Hindu di Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Nusantara Jakarta.

Staf Khusus Menteri Agama RI Bidang Kerukunan, Pelayanan dan Pengawasan Keagamaan, serta Kerja Sama Luar Negeri, Dr. H. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., menyampaikan penghargaan atas dibukanya program studi tersebut. Menurutnya, kehadiran Program Magister Pendidikan Agama Hindu merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas kesempatan memperoleh pendidikan tinggi keagamaan, serta memperkuat kehidupan yang rukun di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Gugun menyampaikan bahwa Kementerian Agama terus mengimplementasikan arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk menghadirkan layanan publik yang adil, inklusif, dan berkualitas bagi seluruh pemeluk agama tanpa membedakan latar belakang keyakinan.

Baca Juga: Bertemu Tokoh Buddha di Lampung, Gugun Gumilar Dorong Kolaborasi Jaga Persatuan Bangsa

“Peluncuran Program Studi Magister Pendidikan Agama Hindu merupakan bukti nyata bahwa negara hadir memberikan ruang yang sama bagi seluruh umat untuk memperoleh pendidikan keagamaan yang berkualitas. Ini bukan hanya tentang membuka program studi baru, tetapi juga membangun peradaban melalui pendidikan,” ujar Gugun.

Ia menilai pendidikan keagamaan memiliki peran yang sangat penting dalam mencetak generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kebangsaan, toleransi, serta komitmen menjaga persatuan Indonesia.

Menurut Gugun, pembangunan sektor pendidikan keagamaan harus berjalan beriringan dengan penguatan moderasi beragama, budaya dialog, dan penghormatan terhadap keberagaman sebagai modal utama bangsa.

“Kementerian Agama hadir untuk semua umat. Prinsip yang kami pegang adalah keadilan, kesetaraan, dan pelayanan yang sama bagi seluruh pemeluk agama. Negara harus memastikan setiap komunitas keagamaan memperoleh kesempatan yang setara untuk berkembang,” tegasnya.

Gugun turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berperan dalam proses pembentukan Program Studi Magister Pendidikan Agama Hindu hingga resmi diluncurkan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam memperkuat sistem pendidikan tinggi keagamaan di Indonesia.

Ia berharap program studi tersebut mampu melahirkan lulusan yang memiliki kapasitas akademik, jiwa kepemimpinan, serta kemampuan menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Selain itu, para lulusan diharapkan dapat menjadi penggerak perdamaian di tengah masyarakat yang beragam.

Baca Juga: HMI Aceh Timur Dorong Kader Menjadi Intelektual Kritis Melalui Telaah Ekonomi Islam

“Indonesia membutuhkan lebih banyak pemimpin, pendidik, dan intelektual yang mampu merawat kebinekaan. Pendidikan tinggi keagamaan memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi yang berpikiran terbuka, berintegritas, serta mampu memperkuat harmoni sosial menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.

Peresmian Program Studi Magister Pendidikan Agama Hindu di STAH Dharma Nusantara Jakarta menjadi bagian dari langkah berkelanjutan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi keagamaan di Tanah Air. Kebijakan ini sekaligus memperlihatkan komitmen Kementerian Agama untuk terus menghadirkan sistem pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat di tengah perkembangan zaman.

Melalui kebijakan yang memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh pemeluk agama, Kementerian Agama berharap pendidikan keagamaan semakin berperan dalam memperkuat persatuan nasional, memelihara kerukunan antarumat beragama, serta mendukung terwujudnya Indonesia yang maju, harmonis, dan mampu bersaing di tingkat global.

Tulisan Terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *