Kemendag Luncurkan “After Sahur Export Bootcamp”, 30 Hari Siapkan UMKM Tembus Pasar Australia dan Pasifik

Sosial51 Dilihat

Mudabicara.com_ Kementerian Perdagangan Republik Indonesia melalui Atase Perdagangan (Atdag) Canberra resmi meluncurkan program strategis bertajuk “After Sahur Export Bootcamp: Program 30 Hari Tembus Australia & Pasifik” yang berlangsung pada 18 Februari hingga 19 Maret 2026. Program ini menjadi bagian dari penguatan diplomasi ekonomi Indonesia di kawasan Australia, New Zealand, dan Pasifik melalui pendekatan peningkatan kapasitas (capacity building), literasi ekspor, serta optimalisasi jejaring diaspora.

Peluncuran program tersebut menegaskan peran Perwakilan Perdagangan Republik Indonesia (Perwadag) sebagai garda terdepan diplomasi ekonomi yang tidak hanya berfokus pada promosi dan fasilitasi dagang, tetapi juga pada penciptaan eksportir baru yang kompeten, adaptif, dan berorientasi jangka panjang. Sejak pembukaan, lebih dari 300 pelaku UMKM dan diaspora telah berpartisipasi aktif melalui platform Zoom dan siaran langsung kanal YouTube resmi Atdag Canberra.

Baca Juga : Kemendag Libatkan Diaspora Pelajar untuk Perkuat Ekspor Indonesia ke Australia

Atase Perdagangan RI di Canberra, Agung Haris Setiawan, menegaskan bahwa tantangan utama UMKM Indonesia bukan semata pada kualitas produk, melainkan pada belum meratanya literasi ekspor dan pemahaman prosedur perdagangan internasional.

“Tantangan kita bukan hanya soal produk, tetapi kesiapan pelaku usaha memahami tahapan ekspor secara komprehensif, mulai dari identifikasi HS Code, standar biosekuriti Australia, struktur harga internasional, manajemen risiko logistik, hingga strategi negosiasi kontrak dagang,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan literasi ekspor sejak dini menjadi kunci agar pelaku usaha tidak melakukan kesalahan prosedural saat pengiriman perdana maupun dalam membangun kontrak jangka panjang.

Secara ekonomi, Australia merupakan mitra strategis Indonesia dengan Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar USD 1,7 triliun dan nilai impor tahunan lebih dari USD 280 miliar. Total perdagangan Indonesia–Australia pada 2024 tercatat di kisaran USD 15 miliar, dengan ekspor Indonesia sekitar USD 5–6 miliar, menunjukkan masih besarnya peluang penetrasi pasar.

Implementasi Indonesia–Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) sejak 5 Juli 2020 memberikan akses tarif 0 persen bagi sekitar 99 persen pos tarif ekspor Indonesia ke Australia. Peluang ini terbuka luas bagi produk pangan olahan, alas kaki, furnitur, tekstil, produk halal, hingga jasa digital.

Selain Australia, New Zealand dengan PDB sekitar USD 250 miliar serta negara-negara Pasifik seperti Papua Nugini dan Fiji juga menawarkan peluang ekspor prospektif, khususnya pada produk pangan, consumer goods, dan bahan konstruksi. Keberadaan sekitar 20.000 mahasiswa Indonesia di Australia serta komunitas diaspora yang aktif di berbagai kota utama dinilai menjadi potensi strategis sebagai early adopter, agregator, maupun calon buyer produk Indonesia di kawasan tersebut.

Program “After Sahur Export Bootcamp” dilaksanakan secara maraton selama 30 hari berturut-turut dengan pendekatan bertahap dan terstruktur. Setiap sesi dirancang singkat namun intensif, dilaksanakan setiap pagi selama bulan Ramadan. Materi mencakup transformasi mindset lokal ke global, pemetaan kesiapan produk, pemanfaatan IA-CEPA, analisis pasar Australia dan Pasifik, strategi penetapan harga, hingga aspek teknis pembayaran internasional, logistik, dan negosiasi.

Pendekatan berjenjang ini memastikan peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kesiapan praktis menuju pengiriman sampel (readiness to send samples), kesiapan ekspor perdana (first shipment readiness), serta strategi memperoleh pesanan berulang (repeat order).

Baca Juga : 6 Rahasia Sukses Bisnis Kuliner: Kunci dari Skill hingga Strategi Pemasaran Digital

Program ini juga secara khusus menyasar diaspora dan mahasiswa Indonesia di luar negeri sebagai bagian dari strategi penguatan ekosistem ekspor berbasis jejaring komunitas. Diaspora diposisikan tidak hanya sebagai mitra promosi, tetapi juga sebagai calon buyer, agregator, maupun distributor produk Indonesia.

Melalui inisiatif ini, Kementerian Perdagangan menegaskan komitmennya memperkuat ekspor nasional melalui kombinasi promosi dagang, pemanfaatan perjanjian perdagangan seperti IA-CEPA, penguatan kapasitas pelaku usaha, serta optimalisasi jejaring diaspora.

Program terbuka bagi seluruh pelaku usaha berorientasi ekspor dan diaspora Indonesia. Partisipasi dapat dilakukan melalui Zoom (Meeting ID 811 9984 6127 | Passcode: 242582) maupun siaran langsung melalui kanal resmi YouTube Atdag Canberra.

Tulisan Terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *