Keras! Pemuda Bergerak Menolak Kebijakan Bupati Freddy Thie Menjadikan Namatota Desa Wisata

Sosial533 Dilihat

Mudabicara.com_Pemuda Bergerak menolak keras kebijakan Bupati Kaimana, Papua Barata, Freddy Thie menjadikan Kampung (Desa) Namatota sebagai Desa Wisata Tahun 2021.

Pasalnya, Namatota merupakan Kampung Adat yang harus dilindungi oleh Pemerintah, bukan malah dijadikan sebagai Desa Wisata.

Anggota Pemuda Bergerak, Dilon mengatakan Bupati Freddy Thie tidak perlu menjadikan Kampung Namatota sebagai desa wisata karena sudah ada Triton yang lebih strategis untuk dijadikan sebagai desa Wisata.

“Saya dan teman-teman menolak penuh untuk Namatota dijadikan desa wisata,” tegas  Dilon dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 8 September 2021.

BACA JUGA: ARIEF ROSYID HASAN DAN KAUM MISKIN 

“Sebab itu kan daerah adat yang termasuk dalam daerah konservasi artinya dilindungi. Kalaupun mau dibuatkan wisata kan ada Triton yang lebih strategis sebagai tempat wisata,” sambungnya.

Oleh karena itu, ia meminta Pemerintah Kabupaten Kaimana untuk mencari daerah atau desa lain selain Namatota untuk dikembangkan menjadi desa Wisata.

Lebih lanjut, Dilon mengatakan, ada 4 tuntutan Pemuda Bergerak menolak Namatota dijadikan sebagai Desa Wisata Tahun 2021.

Pertama, Namatota merupakan Desa Adat yang harus dilindungi dan dilestarikan.

Kedua, Namatota masuk dalam kawasan Konservasi perikanan Budidaya dengan pendekatan Sasi Nggama.

Ketiga, masyarakat perlu dilibatkan dari hulur hingga hilir dalam pengambilan segala bentuk keputusan.

Keempat, putra putri asli Papua adalah penanggung jawab penuh sebagai kontrol atas hak-hak ada.

Sebelumnya Bupati Freddi Thie resmi mendaftarakan Kampung Namatota untuk mengikuti event Anugerah Desa Wisata Tahun 2021 bersama 1.580 desa wisata lainnya se Indonesia.

Saat mendaftarkan Namatota ini, Pemerintah Kabupaten Kaimana tidak mendiskusikannya terlebih dahulu dengan masyarakat setempat.

Hanya saja, hal ini terungkap saat Bupati Freddy Thie mengikuti Bimtek dan Workshop online bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno pada tanggal 17 Juli 2021.

“Kampung wisata ini sudah pemerintah daerah dissiapkan sejak lama. Puji tuhan pada event anugerah desa wisata tahun 2021, kita terdaftar sebagai salah satu peserta dari 1.580 peserta dari daerah lainnya se Indonesia,” kata Freddy Thie.

Adapun Alasan dia mengusulkan Namatota sebagai desa wisata lantaran Namatota memiliki nilai histori. Selain kampung Adat, Namatota juga merupakan tempat pemakaman Raja dan juga memiliki keindahan alam yang luar biasa.

Tulisan Terkait: