Arief Rosyid Hasan dan Kaum Miskin

Esai512 Dilihat

Mudabicara.com_ Senin subuh tanggal 30 Agustus 2021 saya berangkat ke bandara untuk memenuhi permintaan Bang Arief Rosyid Hasan (Selanjtunya disingkat ARH) untuk membersamainya dalam perjalanan ke Palembang dan Lampung.

Gerakan Anak Muda Untuk Ekonomi Syariah

Selain saya, ada Arya Kharisma Hardi, Korneles Galanjinjinay, Phirman Reza, Dhaniel, Latif dan Chaniado. Rombongan ini berangkat mengatasnamakan diri sebagai GAMES: Gerakan Anak Muda untuk Ekonomi Syariah. Agenda perjalanan ini memakan waktu selama 2 hari sampai dengan tanggal 1 September 2021.

BACA JUGA : PROFIL DAN PEMIKIRAN BAPAK SOSIOLOGI AUGUSTE COMTE 

Sesampainya di Palembang, rombongan disambut oleh pimpinan Bank Syariah Indonesia (BSI) Region 3 wilayah Sumatera bagian selatan. Setidaknya ada 4 agenda utama di kota ini, yaitu bertemu Walikota Palembang, Jurnalis Ekonomi Syariah, Forum Dai Ekonomi Islam, dan Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah Sumatera Selatan.

Keesokan harinya, rombongan melanjutkan perjalanan menuju ke Lampung bertemu dengan Pemerintah Daerah lampung Tengah. Kemudian bersilaturahmi dengan ketua Masyarakat Ekonomi Syariah Lampung. Subuh tanggal 1 September 2021 rombongan mengakhiri perjalanan kembali di Jakarta.

Pada mulanya, saya tidak mengetahui agenda perjalanan ini secara pasti. Saat bertanya tugas dalam perjalanan ini, Arya sebagai orang yang secara langsung mengajak saya hanya menjawabnya sembari bercanda, “Tugas bapak adalah mengikuti agenda dan tebar senyum kepada semua orang yang nanti akan kita temui”.

Nyatanya tugas itu saya kerjakan dengan cukup baik. sepanjang mengikuti berbagai forum GAMES, saya hanya menebar senyum sembari sesekali menimpali pertanyaan-pertanyaan tidak penting dengan berbisik-bisik.

Waktu itu saya penasaran dan hanya memiliki dugaan bahwa ARH sedang menunaikan salah satu pekerjaannya sebagai komisaris BSI yaitu mengamankan kebijakan sekaligus promosi BSI.

BACA JUGA : 10 MANFAAT BELAJAR SOSIOLOGI UNTUK ANAK MUDA 

Untuk menjawab rasa penasaran itu, saya memperhatikan dengan seksama semua yang dikerjakan oleh ARH selama kegiatan ini. Dalam beberapa situasi, saya menyempatkan diskusi dengannya untuk mengetahui secara benar aktifitas yang saat itu kami lakukan.

Narasi Keumatan ARH

Beberapa narasi besar berhasil saya tangkap melalui pidato-pidato ARH sejak bertemu walikota Palembang hingga yang terakhir bertemu dengan pemda Lampung Tengah.

Dari berbagai pidato dan diskusi yang terjadi, hipotesa saya tidak terlalu salah karena sepanjang perjalanan itu rombongan selalu dibersamai oleh pimpinan BSI setempat. Tetapi yang membuat saya menjadi antusias adalah keberaniannya mengkampanyekan Ekonomi Syariah.

Sepanjang pengetahuan saya, latar belakang Pendidikan ARH adalah dokter gigi. Dia tidak pernah secara formal belajar tentang Ekonomi Syariah. Belakangan saya memahami keberanian itu muncul dari pengalamannya aktif di Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).

BACA JUGA : PEMUDA, KORUPSI DAN PARTISIPASI POLITIK 

Dari sana ARH berhasil membuat bisnis untuk pemuda masjid binaannya di beberapa tempat dengan nama Isyef Point (Islamic Youth Economic Forum) Point. Isyef Point pertamanya adalah warung kopi di masjid Cut Meutia, Jakarta Pusat. Bisnis ini cukup berhasil karena mampu memberikan tambahan pendapatan bagi keuangan masjid Cut Meutia.

Meskipun saya jarang mendengar penjelasan ARH tentang sistem “syariah” yang diterapkan dalam Isyef Point, tetapi, bisnis yang diletakan secara integral dalam usahanya memakmurkan masjid, bagi saya yang awam ekonomi syariah, cukup untuk menjelaskan kedalaman maksud dari usaha ini, yaitu menyelesaikan soal kemiskinan.

Orang boleh saja mengkritik dengan menyebutnya terjebak pada wadah, simbol atau ceremony belaka. Tetapi apa yang dilakukannya adalah salah satu bentuk nyata usaha memakmurkan masjid sekaligus memakmurkan jamaah masjid.

Hormat saya untuk ARH atas dedikasinya memperjuangkan pengentasan kemiskinan ditengah kemapanan ekonominya yang fantastis saat ini. Sebuah keberuntungan yang tidak dimiliki oleh kebanyakan aktifis seperti saya dan (mungkin juga) Arya.

Disitu salah satu letak kekuatan Arief Rosyid Hasan. Selain kepribadiannya yang baik, ia memiliki legitimasi ekonomi dan mau menggunakannya untuk berlelah-lelah memotivasi anak-anak muda membangun bisnis berbasis masjid.

BACA JUGA : MULYADI, HMI, DAN SRIWIJAYA AIR SJ 182 

Keadaan itu juga yang saya duga berhasil membangun kepercayaan diri ARH untuk ambil bagian di front paling depan memperkuat ekonomi nasional. Ia terus mendorong kemajuan sistem ekonomi syariah lewat BSI.

Mendukung Gerakan GAMES

Saya sendiri memilih untuk mendukung gerakan GAMES karena memperjuangkan pengentasan kemiskinan bagi saya adalah memperjuangkan diri kita sendiri. Keberpihakan pada kaum miskin sesungguhnya adalah keberpihakan pada diri kita sendiri.

Karena itu, dalam perspektif yang lain saya melihat perjalanan GAMES yang menarget kunjungan ke-100 kota se-Indonesia ini adalah perjalanan menyeru pada kaum miskin untuk bersatu dan bangkit merebut masa depan Indonesia yang Baldatun Thoyibatun warobun Ghofur.

 

Oleh : Zuhad Aji Firmantoro (Direktur Hukum Celios)

Tulisan Terkait: