Membangun Kepemimpinan Lewat Dunia Kerelawanan Turun Tangan

“Hiduplah kamu sebagaimana pohon yang berbuah, Ia akan selalu memberi tanpa meminta kembali”

Mudabicara.com_Tak terelakan perubahan adalah sebuah keniscayaan sehingga seiring perkembangan zaman, tata cara kepemimpinan dalam tataran praktis pun ikut berubah.

Tak pernah terbayangkan sebelumnya sebuah gerakan sosial akan berjejaring secara cepat, tumbuh dari kota satu ke kota lainya. Ia terus menabur semangat kebersamaan serta mengesampingkan perbedaan atas nama kebaikan.

BACA JUGA : Penundaan Pemilu dan Ancaman Populisme

Kurang lebih bulan Agustus  tahun lalu saya bersama teman-teman dan kolega lainya membangun gerakan turun tangan di kota Ponorogo. Tak pernah terfikirkan gerakan ini akan cepat tumbuh dan menemukan tempatnya di tengah mahasiswa, pemuda serta pemudi di kota Reog.

Kota yang tumbuh dengan sejarah peradaban tinggi. Kota dimana para tokoh bangsa menata diri, menentukan laku untuk kehidupan. Namun kini sayangnya kebesaran sejarah itu mulai luntur dan hanyut dikikis zaman.

Kepemimpinan dan Kerelawanan

Pemuda merupakan bagian penting dari proses perubahan, kita sering mendengar pidato atau tulisan tentang pemuda adalah agen perubahan (agent of control). Sepertinya sejarah kemerdekaan telah memberikan  catatan fakta tentang peran pemuda itu.

Sebagaimana kita tahu semangat nasionalisme serta progresifitas pemuda yang memberanikan diri menculik presiden Soekarno di jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta dan mendesak agar segera memproklamasikan kemerdekaan adalah catatan sejarah kecil tersendiri peran pemuda. Tanpa pemuda mungkin proklamasi tidak akan terjadi waktu itu.

BACA JUGA : Reposisi Peran Pemuda Di Tengah Demokratisasi

Lantas bagaimana generasi muda kini harus berperan, pemuda kini semestinya membuat atau menciptakan suatu perubahan dalam lingkup masyarakat dari yang terkecil dan mulailah dari sekarang.

Gerakan turun tangan khususnya di Ponorogo memberikan keleluasaan bagi anggotanya untuk berkreasi, menempa diri dan melatih bersosialisasi. Sejatinya kemauan untuk mengambil peran dalam lini-lini kehidupan sosial secara perlahan akan memberikan kemampuan seseorang tentang bagaimana proses kepemimpinan.

Maka tak heran jika dunia kerelawanan tidak ada narasi struktur yang kuat, semua anggota bisa mengambil peran dan memimpin sendiri masing-masing projectnya. Semangat tumbuh bersama untuk kemanusiaan menjadikan gerakan ini saling tambal sulang memberikan energi positif tentang apa yang harus kita lakukan.

Semangat Turun Tangan sejatinya masih murni dan independent, dengan kemurnian hati dan pikiran anggota, kami ingin merangkul aspirasi semua kalangan, terlebih untuk kepentingan masyarakat secara luas.

BACA JUGA : Pemuda, Korupsi dan Partisipasi Politik

Ambil peran untuk menyatukan ide, pikiran, gagasan, dan bersama-sama melangkah melakukan perubahan untuk masyarakat, bangsa dan negara tercinta ini.

Selamat mengikuti Gathering Nasional untuk pertama kali saudara-saudariku, semoga kita mampu  tumbuh bersama mengambil peran untuk perubahan yang kecil untuk kota kita tercinta.

Selamat bertumbuh, mari ambil peran!

 

Oleh : Mahfut Khanafi (Inisiator Turun Tangan Ponorogo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.