Taman Keberagaman Kelurahan Tamansari

Kelurahan Tamansari

Mudabicara.com_ Sejak pagi warga RW.07 sudah bersiap memulai aktifitas. Sebagian yang “nyeker” jelang Ramadhan dimakam keluarganya. Lalu cepat bergegas kembali ke rumah, warga ingin menyaksikan Pemilihan Peremajaan RW di depan Pos RW.

BACA JUGA : Puluhan Tokoh Kelurahan Tamansari Gelar Deklarasi Damai Anti Tawuran

Ratusan warga di RW.07 Kelurahan Tamansari memadati jalanan sempit gang kampung tepatnya di Jl. Mangga Besar IV Selatan, depan Pos RW. Warga ingin menyaksikan proses pengumutan suara Peremajaan RW. Peremajaan RW untuk Masa Bhakti 2022-2025 terdapat 5 Calon dari 7 bakal calon yang diseleksi Panitia Peremajaan RW.

Abdul Hasan, Djaelani, Kasman Marta, Heriyansah dan Muh. Izzi, lima calon Ketua RW.07 setelah berpidato menyampaikan Visi Misi kini berlima duduk berjejer menyaksikan setiap perwakilan Kepala Keluarga menyampaikan hak suaranya. Terdapat 709 Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang ditetapkan Panitia Peremajaan. Setiap suara mewakili satu Kartu Keluarga. Dari 709 DPT yang diundang ada 462 DPT yang hadir dan memberikan hak suaranya.

BACA JUGA : Sistem Politik Demokrasi Liberal, Pengertian, Macam dan Cirinya

TAMAN KEBERAGAMAN

Kelurahan Tamansari, Kota Administrasi Jakarta Barat seperti sebuah “Taman” keberagamaan warna-warni bunga adalah ciri khasnya. Yang menarik tentu bukan saja keberagamaannya tetapi yang menarik dan unik adalah kekeluargaan, keguyuban dalam keberagamaan.

Selurun perayaan keagamaan dari 5 agama besar di Indonesia ramai dirayakan di Tamansari. Tahun Baru Imlek, Tahun Baru Hijriyah, Natal, Idul Fitri, semuanya semarak dan khidmat. Warga saling bersilahturahmi, saling berbagi, saling maaf. Seluruhnya membangun kohesi sosial masyarakat Tamansari.

Peremajaan RW.07 yang juga menguras perhatian warga tidak hanya di RW.07 tetapi juga se-Kelurahan Tamansari tentu ini bukan sekedar seremonial periodisasi Pengurusan RW saja. Karena melibatkan seluruh warga setiap tahapan Peremajaan RW menjadi media silahturahmi warga sekaligus pendidikan demokrasi.

Peremajaan RW.07 juga menambah deretan ajang silahturahmi warga. Jika hari-hari besar keagamaan adalah media silahturahmi dengan tema sosial-religius maka pada ajang Peremajaan RW adalah media pembelajaran sosial-demokrasi bagi warga.

Pada ajang Peremajaan RW warga yang berbeda pilihan “politik” akan dibiasakan untuk menghargai perbedaan pilihan politik. Bagi calon keluwesan hati menerima takdir demokrasi adalah juga sikap dewasa berdemokrasi yang baik.

Peremajaan RW ini juga mendidik tidak hanya panitia untuk bersikap independen tetapi juga profesionalisme dalam bekerja. Disinilah sikap Luber dan Jurdil penyelenggara Peremajaan RW ditempa sekaligus diuji.

Peremajaan RW juga menjadi sarana praktek demokrasi yang baik sekaligus medium pendidikan politik bagi anak-anak dan remaja. Anak-anak pada usia sekolah (SD, SMP & SMA) tidak hanya menonton tetapi juga menjadikannya sebagai pengalaman hidupnya.

Kelak pengalaman ini akan membentuk karakter Anak-anak untuk siap berbeda, berjuang dan menerima hasil akhir sebuah perjuangan. Pengalaman berdemokrasi ini akan menjadi rekaman kolektif anak-anak, “kami pernah melakukan pesta demokrasi Peremajaan RW dan itu berlangsung secara profesional, demokratis tetapi tetap dibingkai kekeluargaan”.

BACA JUGA : Rintis Usaha Sejak Mahasiswa, Rokgaliya Sukses Menjadi Brand Ternama

Minggu, 27 Maret setelah dibuka puku 08.00 WIB, seluruh rangkaian Peremajaan RW.07 Kelurahan Tamansari berakhir pukul 15.45 WIB dengan perolehan, Abdul Hasan 133 Suara, Djaelani 30 Suara, Kasman Marta 61 Suara, Heriansyah 138 Suara dan Muh. Izzi 96 Suara.

Selamat untuk Heriansyah terpilih sebagai Ketua RW.07 untuk Masa Bhakti 2022-2025 dan terimakasih untuk keempat Calon lain yang menerima hasil demokrasi ini dengan tetap bangga.

 

Oleh : Abdul Malik Raharusun (Lurah Tamansari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.