Trump Ancam Tarif 25% untuk Negara yang Masih Berdagang dengan Iran

Indepth31 Dilihat

Mudabicara.com_Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tengah menyiapkan kebijakan kenaikan bea masuk impor hingga 25% bagi negara-negara yang masih menjalin hubungan dagang dengan Iran. Kebijakan tersebut dimaksudkan sebagai instrumen tekanan Washington terhadap Teheran.

Melalui pernyataan yang disampaikan di akun resmi Truth Social, Trump menegaskan bahwa rencana tersebut bersifat final dan wajib dijalankan. Kendati demikian, keputusan itu belum dituangkan dalam bentuk dokumen kebijakan resmi yang dirilis oleh Gedung Putih.

“Mulai sekarang juga, negara mana pun yang berbisnis dengan Republik Islam Iran akan dikenakan tarif sebesar 25% untuk semua bisnis yang dilakukan dengan Amerika Serikat,” ungkap Trump dikutip dari Al Jazeera, Kamis (15/1/2026).

Baca Juga: Kedubes Iran: Kerusuhan Dipicu Masalah Ekonomi, Disusupi Aksi Kekerasan Terorganisir

Sebagai catatan, Trump terus meningkatkan tekanan terhadap para pemimpin Iran di tengah gelombang demonstrasi terbesar dalam beberapa dekade terakhir. Dalam kurun waktu yang sama, perekonomian Iran terpuruk akibat sanksi negara-negara Barat yang memicu lonjakan inflasi, meningkatnya angka pengangguran, serta anjloknya nilai tukar rial.

Trump juga sebelumnya melontarkan peringatan keras kepada elite Iran terkait kemungkinan penggunaan kekuatan militer AS. Meski demikian, otoritas Iran menyatakan tidak terintimidasi oleh ancaman tersebut dan menegaskan kesiapan menghadapi konflik bersenjata dengan Amerika Serikat.

“Jika AS ingin menguji opsi militer yang pernah mereka uji sebelumnya, kami siap untuk itu,” kata Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.

Negara Mitra Iran

Merujuk pada laporan Al Jazeera, sejumlah negara berpotensi terkena dampak dari ancaman tarif baru yang digagas Trump. China, misalnya, tercatat memiliki nilai kerja sama perdagangan dengan Iran melebihi US$ 13 miliar sepanjang 2024.

Baca Juga: SBY Tegaskan AHY sebagai Pemimpin Utama Partai Demokrat

Selain itu, berdasarkan catatan Bank Dunia tahun 2022, total nilai perdagangan antara China dan Iran mencapai US$ 37 miliar. Negara tersebut juga diketahui menyerap sekitar 80% ekspor minyak Iran pada 2025.

Selanjutnya adalah Turki, yang menempati posisi sebagai mitra dagang terbesar kedua Iran setelah China menurut data UN Comtrade 2024. Total nilai transaksi perdagangan kedua negara tersebut mencapai US$ 5,7 miliar.

Pakistan juga masuk dalam daftar mitra dagang Iran, dengan status sebagai salah satu tujuan utama ekspor dan nilai transaksi sebesar US$ 1,2 miliar pada 2024. Sementara itu, India tercatat sebagai negara tujuan ekspor penting lainnya bagi Iran dengan nilai perdagangan mencapai US$ 1,05 miliar pada 2024.

Tulisan Terkait:

News Feed