Mudabicara.com_Pembelajaran Jarak Jauh merupakan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh guru dan murid melalui media daring. Pembelajaran jarak jauh membuat murid terpisah jarak dan waktu. Sehingga proses pembelajaran tidak harus berkumpul di satu tempat dan waktu yang sama. Pembelajaran jarak jauh juga membuat peserta didik dapat mengambil kelas kapanpun sesuai dengan kesepakatan. Hal ini memberikan kemudahan kepada peserta didik yang mungkin mempunyai kedala. Sebab tidak semua daerah memiliki akses internet untuk ikut serta dalam proses pembelajaran dan ditambah baiaya internet yang mahal.

Media pembelajaran jarak jauh saat ini sudah tersedia dengan berbagai pilihan dan fitur yang canggih sehingga memudahkan penyampaian materi kepada peserta didik. Aplikasi yang bisa digunakan untuk pembelajaran jarak jauh diantaranya, microsoft teams, google class room, zoom, sekolah pintar Indonesian dan lain-lain.

Aturan Pembelajaran Jarak Jauh

Per tanggal 21 Maret 2020 +/- 353 Perguruan Tinggi menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) metode daring (dalam jaringan). Penerapan ini dilakukan terkait semakin mereaknya virus covid 19 di Indonesia sehingga pembelajaran tatap muka diganti dengan pembelajaran jarak jauh.

Undang – Undang Perguruan Tinggi No.12 Tahun 2012 pasal 31 tentang Pembelajaran Jarak Jauh merupakann proses belajar-mengajar yang dilakukan secara jarak jauh melalui penggunaan berbagai media komunikasi.

BACA JUGA : MENGENAL TEORI TINDAKAN SOSIAL MAX WEBER

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.109/2013 pasal 2 :Tujuan PJJ adalah untuk memberikan layanan pendidikan tinggi kepada kelompok masyarakat yang tidak dapat mengikuti pendidikan secara tatap muka dan memperluas akses serta mempermudah layanan pendidikan tinggi dalam pembelajaran.

Dengan demikian pembelajaran jarak jauh adalah suatu sistem pendidikan yang memiliki karakteristik terbuka, belajar mandiri dan belajar tuntas dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan atau menggunakan teknologi lainnya.

Kelebihan Pembelajaran Jarak Jauh

Ada beberapa kelebihan pembelajaran jarak jauh. Pertama, Efisiensi waktu dan tempat. Hal ini sangat memberikan kemudahan bagi masyarakat yang tinggal di kota besar yang sering mengalami kemacetan saat pergi ke sekolah atau kampus. Kedua, Menambah nilai guna media. Sebelum adanya virus covid 19 sebagian besar dari kita mungkin jarang atau bahkan tidak pernah menggunakan aplikasi pembelajaran jarak jauh dan lebih sering menghabiskan waktu pada aplikasi media sosial.

Ketiga, Menambah akses berbagai sumber referensi, Dengan adanya PJJ, kita dapat mengakses materi pembelajaran tidak hanya melaui buku bacaan. Bebagai ilmu pengetahuan dapat kita akses melalui internet.  Terakhir Mengurangi resiko penularan virus covid 19. Dengan belajar di rumah, kita akan terhindar dari kerumunan sehingga lebih safety terhadap virus yang dibawa oleh orang lain.  Tidak hanya virus corona tetapi berbagai virus lainnya sehingga tubuh kita akan lebih sehat.

Kekurangan Pembelajaran Jarak Jauh

Kekurangan pembelajaran jarak jauh yakni. Petama, Sarana yang tidak merata, diantaranya tidak memiliki laptop, smartphone, kuota dan sinyal. Tidak semua peserta didik mempunyai peralatan komunikasi yang memadai. Masih banyak peserta didik belum mampu membeli alat komunikasi tersebut sehingga hal ini membuat mereka sulit mengikuti pembelajaran dan akhirnya tidak mendapatkan hak mereka sebagaimana mestinya.

Selain itu, peralatan komunikasi ini juga harus didukung oleh kuota internet dan sinyal yang memadai. Bagi masyakat yang sudah terbiasa dengan mobilitas internet hal ini menjadi sebuah kemudahan. Namun, terkadang sinyal provider kurang mendukung hal ini sedikit mengganggu proses pembelajaran tersebut.

Kedua, Pengajar kurang kreatif dalam pengelolaan media media pembelajaran sehingga home learning direduksi menjadi pendidik memberi tugas, anak didik yang mengerjakan. Anak didik yang dianggap aktif adalah yang bisa mengakses pembelajaran melalui daring lalu lembaga pendidikan melaporkan aktivitas tersebut kepada dinas pendidikan. Fenomena ini menjadi paradoks dengan jargon “Merdeka Belajar”.

Ketiga, Jenuh. Belajar secara tatap muka adalah metode terbaik selama ini yang pernah dilakukan. Manusia adalah makhluk sosial sehingga interaksi secara langsung merupakan sebuah kebutuhan. Interaksi secara langsung lebih memungkinkan pesan yang disampaikan tertangkap dengan jelas dan mudah dipahami dibanding melalui media perantara.

Terakhir, Bahan evaluasi. Gagap di sejumlah daerah. Tidak meratanya pembangunan di sejumlah daerah membuat pembelajaran jarak jauh semakin terkendala. Hal ini menambah daftar panjang ketidakmerataan pendidikan yang bahkan ketika pembelajaran secara langsung (tatap muka) masih  banyak sarana dan prasarana yang tidak memadai.

Polemik Pembelajaran Jarak Jauh

Berbagai macam keluhan datang dari siswa dan orangtua yang merasa bahwa pembelajaran jauh lebih memberatkan dibanding dengan pembelajaran secara langsung (tatap muka). Terlalu banyak tugas yang diberikan oleh guru sementara materi yang disampaikan terkesan apa adanya, membuat mereka kewalahan.

Oleh karena itu, pemerintah sebaiknya memberikan sosialisasi dan pelatihan tentang pembelajaran jarak jauh secara bertahap kepada guru dan orangtua murid agar hal ini tidak menjadi penghambat tujuan dari pembelajaran jarak jauh itu sendiri, yakni untuk memudahkan proses belajar bukan malah untuk mempersulit. Bahkan ketika pandemi virus corona telah berakhir, pelatihan pembelajaran jarak harus tetap dilakukan oleh pemerintah kepada guru dan pihak terkait.

 

Penulis : Farikha Mardhatillah*

Mari berdonasi dengan membeli kaos Mudabicara.com. Contact : Hanafi (083853933566)