Bali Tourism Awards 2026, Menag Nasaruddin Umar Raih Penghargaan Wisata Religi

Budaya74 Dilihat

Mudabicara.com_Wisata religi dipandang sebagai bagian penting dalam mengenalkan kekayaan spiritual dan kebudayaan yang dimiliki Indonesia. Selain itu, sektor ini dapat menjadi wadah interaksi antarmasyarakat yang berbeda latar belakang sekaligus mendorong semakin kuatnya toleransi serta kerukunan antarumat beragama.

Aspek tersebut menjadi salah satu fokus Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) dalam mengembangkan wisata religi di berbagai daerah.

Atas kiprah tersebut, Kemenag RI memperoleh penghargaan Special Recognition Award: Outstanding Leadership in Religious Tourism Development pada ajang 11th Bali Tourism Awards 2026 yang digelar Indonesia Travel & Tourism Awards (ITTA) Foundation.

Baca Juga: Gus Falah Desak Polri Bongkar Jaringan Pemodal di Balik Kerusuhan Pejompongan

Penghargaan itu diberikan sebagai penghormatan atas kepemimpinan, dedikasi, serta peran Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA dalam mendorong kemajuan wisata religi di Tanah Air.

Selain itu, penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap berbagai langkah untuk memperkuat wisata yang mengedepankan unsur agama dan budaya serta membangun destinasi wisata religi yang terbuka, inklusif, dan berkelanjutan.

Pada malam penganugerahan yang berlangsung di The Meru Sanur, Bali, Senin (14/9/2026), penghargaan tersebut diterima Gugun Gumilar selaku Staf Khusus Menteri Agama RI yang hadir mewakili Menteri Agama RI.

Gugun menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk penghargaan atas kolaborasi Kemenag RI dalam menjadikan agama dan budaya sebagai modal penting untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis.

Baca Juga: Raker PP BAMUSI, Gus Falah Tekankan Penguatan Ukhuwah Wathoniyah

“Penghargaan ini menjadi apresiasi bagi ikhtiar bersama Kementerian Agama RI dalam menghadirkan kehidupan beragama yang moderat, harmonis, dan berdampak bagi masyarakat,” kata Gugun.

Gugun mengatakan pengembangan wisata religi juga terkait membangun bangasa.

“Pengembangan wisata religi bukan hanya berbicara tentang destinasi, tetapi juga bagaimana nilai-nilai agama, budaya, dan kemanusiaan dapat menjadi kekuatan dalam membangun bangsa,” ujar Gugun.

Menurut Gugun, wisata religi tidak sekadar berkaitan dengan pengembangan destinasi wisata.

Lebih jauh, konsep wisata religi dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai kekayaan spiritual dan budaya Indonesia. Pada saat yang sama, wisata religi juga mampu membuka kesempatan bertemunya masyarakat dari beragam latar belakang.

Baca Juga: Direktur Nusantara Impact Center Apresisasi Langkah Stafsus Menag Gugun Beri Beasiswa untuk Pelajar Berprestasi NTT

“Hal ini sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan Indonesia yang maju menuju Indonesia Emas 2045. Pembangunan tidak hanya berorientasi pada kemajuan ekonomi, tetapi juga penguatan sumber daya manusia, kebudayaan, toleransi, dan kehidupan masyarakat yang harmonis,” lanjutnya.

Gugun menegaskan, Kemenag RI akan terus menerjemahkan visi tersebut melalui penguatan moderasi beragama, peningkatan kualitas kehidupan keagamaan, serta pengembangan potensi keagamaan dan budaya Indonesia.

Ia berharap pengembangan wisata religi dapat memberikan dampak yang lebih luas, tidak hanya terhadap sektor pariwisata, tetapi juga terhadap kehidupan sosial, kebudayaan, dan kerukunan masyarakat.

Tulisan Terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *