Mudabicara.com_Berbicara kebahagian tentu semua orang punya persepsi berbeda-beda. Tidak ada standarisasi yang paten tentang rasa bahagia. Ada yang mendefinisikan bahagia adalah keadaan pikiran atau perasaan yang ditandai dengan kecukupan, kesenangan, cinta, kepuasan, kenikmatan, atau kegembiraan.  Ada yang mengatakan juga bahwa kebahagian soal persepsi. Artinya apapun keadaannya kalau kita persepsikan dengan baik tentu kita akan bahagia, sesederhana itu.

Namun seringkali kebahagiaan kita ukur melalui persepsi orang lain, situasi sosial yang bergerak diluar malah membuat kita khawatir. Tiba-tiba kita khawatir tentang hidup esok hari. Bagi yang belum menikah misalnya ia khawatir kapan bisa menikah, bagi yang belum bekerja khawatir kapan bisa bekerja. Padahal hidup hanya masalah waktu. Jika kita nikmati dengan terus bergerak (berusaha) semua tujuan akan tercapai. Namun banyak orang yang gagal sebab kekhawatiran malah membuat mereka berhenti dan menyalahkan keadaan.

Tentu generasi muda harus mampu mengelola kekhawatiran agar ruang-ruang kreativitas tidak tertutup. Sebagai ilustrasi masalah penghasilan. Misalnya Jika seseorang berpenghasilan 100 ribu sehari sudah merasa beruntung, merasa bahagia, karena biasanya hanya dapat 50 ribu. Tapi ada orang yang merasa sedih, menderita mendapat 100 ribu, karena ia biasanya mendapat 500 ribu. Padahal angkanya sama 100 ribu, karena persepsi berbeda, maka kebahagiaannya juga berbeda.

Kebahagian itu memang bersifat subyektif estetik, yang artinya tidak dapat di ukur dengan indikator yang sama. Namun bagi sebagian orang, kebahagian dapat dicapai dengan cara-cara yang sederhana. Hal ini dapat dikaitkan dengan simplicity theory bahwa teori sederhana adalah sebuah teori kognitif yang berupaya menjelaskan daya tarik pemikiran manusia pada sebuah kejadian yang menarik yang ditemukan dalam kejadian-kejadian yang tampak lebih sederhana.

Baca juga : https://mudabicara.com/apa-kata-rumi-tentang-cinta/

Teori sederhana berupaya menjelaskan daya tarik situasi atau peristiwa ke dalam benak manusia. Artinya Kita dapat menemukan kebahagian secara sederhana dalam setiap hal, jika dapat mensyukuri hal-hal sederhana didalamnya.

Namun semua ini butuh proses, sebab banyak dari kita malah menikmati kekhawatiran yang kita buat sendiri. Seolah kebahagian kita dikontrol dan ditentukan oleh situasi-situasi sosial diluar kita. Bersyukur dan berusahalah.