Mendagri Tito: 17 Wilayah di Sumatera Masih Butuh Atensi Pascabanjir dan Longsor

Sosial43 Dilihat

Mudabicara.com_Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan laporan terbaru mengenai kondisi sejumlah daerah di Pulau Sumatera setelah dilanda banjir dan longsor beberapa waktu lalu.

Ia menyebutkan masih terdapat 17 wilayah yang tersebar dari Aceh hingga Sumatera Barat yang membutuhkan penanganan dan pengawasan lebih lanjut.

Pemaparan tersebut disampaikan Tito dalam konferensi pers yang digelar di kediamannya di Widya Chandra, Jakarta Selatan, Sabtu (17/1/2026). Dalam kesempatan itu, Tito menjelaskan bahwa informasi tersebut merupakan hasil evaluasi dari rapat bersama seluruh kepala daerah di Sumatera yang dilakukan beberapa hari sebelumnya.

Baca Juga: Telur Ayam Rebus Diduga Basi, Pemicu Keracunan 411 Penerima MBG di Mojokerto

“Nah, di situ saya nanya dengan indikator-indikator itu, bagaimana sarana kesehatannya, ada yang terganggu enggak, RSUD-nya, Puskesmas-nya. Bagaimana sarana pendidikan, sekolah, mulai PAUD, TK, SD, SMP, madrasah, SMA, SMK,” kata Tito saat konferensi pers.

“Bagaimana dengan akses jalan darat, jalan nasional, provinsi, kabupaten, kota, jalan desa, jembatan. Ekonominya gimana, pasar sudah buka belum, toko-toko, warung-warung, hotel, penginapan ya. Kemudian juga saya menanyakan apa… apakah rumah ibadah ada yang rusak dan seterusnya. Dan kemudian juga hal yang paling penting mendasar untuk kehidupan, yaitu mulai dari listrik, internet ya, kemudian air minum, SPBU, LPG gitu, gas ya,” lanjut dia.

Melalui pemantauan tersebut, Tito memastikan pemerintah telah memiliki gambaran detail mengenai kondisi setiap daerah terdampak bencana. Namun demikian, ia mengakui tidak semua wilayah telah pulih sepenuhnya dan sebagian masih memerlukan perhatian khusus.

“Sehingga saya bisa mengetahui peta-petanya. Dari peta itu diketahui bahwa ada 52 kabupaten/kota di tiga provinsi. Nah, ada yang sudah normal, ada yang mendekati normal, ada yang perlu atensi,” ucapnya.

Baca Juga: Nasib Bankir dan Penjaga Warung Kelontong

Ia merinci, di Provinsi Sumatera Barat terdapat empat daerah yang hingga kini masih membutuhkan penanganan lanjutan, yaitu Kabupaten Agam, Padang Pariaman, Tanah Datar, dan Pesisir Selatan.

Sementara di Provinsi Sumatera Utara, terdapat lima wilayah yang masuk kategori perlu perhatian khusus, yakni Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, serta Humbang Hasundutan.

“Nah, kemudian di Aceh saya menyampaikan ada yang normal seperti Kabupaten Aceh Besar ya. Tapi ada juga yang mendekati normal, ada juga yang memerlukan atensi khusus. Setidaknya saya catat ada delapan ya. Satu, Aceh Tamiang yang paling berat, Aceh Timur, Aceh Utara, kemudian Pidie Jaya, Bireuen, Bener Meriah, Gayo Lues, dan satu lagi Aceh Tengah, Takengon ibukotanya, ini di gunung,” imbuhnya.

Tulisan Terkait: